Jaksa Agung dan Mentan Panen Raya Program Jaksa Mandiri Pangan di Bekasi
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 13:18 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KABUPATEN BEKASI - Jaksa Agung ST Burhanudin bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin panen raya komoditas padi lewat program Jaksa Mandiri Pangan berlangsung di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/8).
Kegiatan itu merupakan bentuk sinergi Kejaksaan RI, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia (Persero) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi dalam rangka mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Asta Cita menuju swasembada pangan nasional.
“Atas nama pribadi maupun pimpinan Kejaksaan, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pertanian beserta jajaran, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, serta seluruh pihak yang telah bersama-sama bersinergi menjalankan Program Jaksa Mandiri ini,” kata Jaksa Agung di Kabupaten Bekasi, Selasa.
Dia mengatakan, program Jaksa Mandiri Pangan merupakan wujud nyata peran kejaksaan dalam mendukung pembangunan khususnya dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini memanfaatkan lahan aset barang rampasan negara seluas tujuh hektare yang dikelola gabungan kelompok tani di wilayah Srimahi, Tambun Utara dengan dukungan PT Pupuk Indonesia sehingga berhasil menghasilkan panen seberat tujuh ton per hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh hasil panen yang dihasilkan diserap melalui kerja sama dengan Perum Bulog melalui skema pembelian sesuai ketentuan pemerintah yakni senilai Rp6.500 untuk setiap satu kilogram gabah kering yang diangkut langsung dari lahan tersebut.
Program Jaksa Mandiri Pangan secara nasional mengelola 414 bidang tanah rampasan seluas lebih dari 330 hektare dengan produktivitas rata-rata lima ton padi per hektare serta potensi hasil panen mencapai 1.650 ton padi per musim.
Kejaksaan pada program ini selaku koordinator lahan, Kementerian Pertanian menyiapkan bibit dan sarana pertanian, PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk sementara Perum Bulog menjamin penyerapan hasil panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program ini sejalan dengan strategi pemerintah membangun lumbung pangan nasional, memperluas lahan, meningkatkan produksi dan menciptakan lapangan kerja.
“Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama mewujudkan petani sejahtera serta swasembada pangan menuju Indonesia maju. Saya ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung Program Jaksa Mandiri Pangan. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia yang berdaulat pangan menuju Visi Indonesia Emas 2045,” ucap dia.
Mentan Andi Amran Sulaiman menambahkan, program Jaksa Mandiri Pangan memiliki dampak luar biasa dalam mendukung percepatan produksi bahan pangan yang bahkan tidak semua orang mengetahui.
“Pengaruh kejaksaan terhadap ketahanan pangan di Republik Indonesia ini sangat besar. Banyak contoh nyata di lapangan. Di Kalimantan, Sumatera, Papua hingga Jawa, setiap kali kejaksaan mendukung, percepatan selalu terjadi. Misalnya percepatan tender, distribusi pupuk, hingga program cetak sawah,” katanya.
Ia menjelaskan, program cetak sawah adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan kejaksaan melalui penggunaan lahan aset rampasan milik negara hingga mendapatkan apresiasi dari kalangan luas.
“Capaian ini juga mendapat apresiasi luas tidak hanya dari pemerintah kita, tetapi juga dari lembaga internasional seperti FAO, bahkan hingga Kementerian Pertanian Amerika Serikat. Data BPS mencatat, pertumbuhan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian mencapai 10,55 persen, angka tertinggi dalam sejarah,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!