Pati Memanas! Fakta Demo Tuntut Bupati Sudewo Mundur Berakhir Ricuh, 34 Orang Luka 11 Ditangkap, Mobil Polisi Dibakar!
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 09:00 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Antara
JAKARTA - Pati bergolak! Ribuan massa turun ke jalan pada Rabu (13/8/2025) menuntut Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya. Awalnya damai, aksi berubah jadi lautan amarah.
Lemparan botol air mineral, alas kaki, hingga barang-barang lain melayang ke arah Kantor Bupati. Puncaknya, satu mobil polisi dibakar massa!
Kericuhan dipicu kekecewaan warga yang mendesak Bupati Sudewo menemui mereka. Saat akhirnya muncul dari kendaraan taktis, Sudewo meminta maaf dan berjanji memperbaiki kinerjanya.
Namun, pidato singkat itu justru disambut hujan lemparan. Ajudannya sampai harus menangkis serangan dengan tameng. Sudewo pun mundur kembali ke kantor.
Tuntutan massa jelas, pemakzulan. DPRD Pati langsung merespons dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, memastikan sidang pertama membahas dugaan pelanggaran terkait pengisian jabatan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati yang disebut tidak sah oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Jika terbukti bersalah, Sudewo terancam dilengserkan lewat keputusan Mahkamah Agung sebelum dikirim ke Presiden atau Mendagri.
Namun, Sudewo menolak mundur. Ia menegaskan dirinya dipilih rakyat secara demokratis dan hanya bisa diberhentikan lewat mekanisme hukum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengaku baru menjabat beberapa bulan dan masih banyak yang perlu dibenahi.
Sayangnya, suasana kian memanas. Polisi mengamankan 11 orang yang diduga provokator. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengungkap adanya penyusup yang memicu aksi anarkis.
Tak hanya itu, 34 orang mengalami luka-luka, termasuk tujuh polisi. Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo, menjadi korban benturan di kepala dan masih dirawat intensif.
Meski sempat beredar kabar dua korban meninggal, polisi menegaskan tidak ada korban jiwa.
Ketua Pansus DPRD yang awalnya menyebut kabar itu juga meralat ucapannya, mengakui hanya menerima info dari masyarakat tanpa verifikasi.
Kini, Pati masih tegang. Publik menanti sidang Pansus yang bisa menjadi penentu nasib politik Sudewo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!