8 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, Pangkoops: Tak Ada Ruang untuk Teror
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Dok Koops Habema
JAYAPURA - TNI melumpuhkan delapan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan dan Papua Tengah dalam serangkaian kontak tembak sejak 8 Agustus 2025. Operasi ini dilakukan untuk memastikan keamanan jelang peringatan HUT ke-80 RI.
Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan delapan anggota KKB dilumpuhkan dalam kontak tembak di daerah rawan di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
"Anggota KKB dilumpuhkan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah itu, apalagi saat ini menjelang HUT Ke-80 RI," kata Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, Kamis.
Dalam keterangannya, Pangkoops Habema mengatakan delapan anggota KKB yang dilumpuhkan itu dilakukan sejak 8 Agustus, yakni terhadap tiga anggota KKB kelompok Tenggamati Enumbi di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam insiden itu, Tenggamati Enumbi tewas dan personel Koops Habema menyita dua pucuk senjata laras pendek dan amunisi serta radio komunikasi (HT) .
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian pada Senin (11/8) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, terjadi kontak senjata dengan kelompok KKB Kodap VIII Kemabu menyebabkan Danyon Titigi yakni Dece Mujijau tewas dan dua lainnya yaitu Daume Maeseni dan Sabinus Joani terluka tembak.
Pada Selasa (12/8) di sekitar Kampung Eknemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, terjadi kontak senjata hingga menewaskan dua anggota KKB yaitu Komandan Wilayah Mamba Kodap VIII Kemabu Teleginus Maiseni dan ajudannya Seprianus Maiseni.
"Berbagai barang bukti diamankan dari tiga insiden tersebut," kata Mayjen TNI Lucky Avianto seraya menambahkan personelnya akan terus melakukan patroli dan penyisiran karena KKB seringkali mengganggu keamanan dengan melakukan penyerangan terlebih dahulu, serta mengintimidasi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
KKB juga mengancam jalannya pemerintahan, pembangunan, dan ketertiban umum di wilayah Tanah Papua.
"Penyisiran dilakukan secara tegas dan terukur untuk menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat, aparat keamanan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang berupaya mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan warga,” kata Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!