• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Palembang Marketing Festiv...

Palembang Marketing Festival 2025, Katalisator Semangat Wong Kito Galo di Era AI

Rabu, 13 Agu 2025, 19:52 WIB

JAKARTA– MarkPlus Institute resmi membuka Palembang Marketing Festival 2025 sebagai salah satu rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) yang diawali di Politeknik Negeri Sriwijaya. Memasuki tahun ke-13, Indonesia Marketing Festival terus menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, industri, dan pemerintah dalam merespons dinamika pemasaran nasional di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI).

Palembang dipilih sebagai kota pembuka karena kekayaan sejarah, semangat kewirausahaan, dan komunitasnya yang kuat, menjadikannya representasi ideal kolaborasi antara nilai lokal dan kesiapan menghadapi masa depan. Dengan tema “Sustainable Marketing in the AI Era,” IMF 2025 mendorong peran aktif generasi muda dalam membentuk lanskap pemasaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ket. Foto: Acara Palembang Marketing Festival 2025 di Politeknik Negeri Sriwijaya. Acara yang diselenggarakan oleh MarkPlus Institute mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, industri, dan pemerintah dalam merespons dinamika pemasaran nasional. — Sumber: MarkPlus

Acara dibuka oleh Ir. Irawan Rusnadi, M.T., Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berdampak, berorientasi pada kebermanfaatan, dan keberanian dalam mengambil keputusan sejak usia muda.

Setelah itu ada keynote speech dari Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc..yang memberikan pembekalan kepada peserta Campus Day mengenai kemampuan dan kepribadian yang dibutuhkan untuk menemukan sukses dalam dunia profesional setelah menempuh perkuliahan.

“Yang dibutuhkan negara ini bukanlah sarjana, tetapi mereka yang terdidik dan mau mengamalkan ilmunya untuk memberikan kemanfaatan di tengah-tengah masyarakat. Itulah ilmu sebagai alat untuk pengabdian,” pesan Iskhaq melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (13/8).

Rangkaian Campus Day IMF Semarang juga menghadirkan sesi Diplomat Success Challenge by Wismilak Foundation yang diwakili oleh Raditya Tanu Hutama, Chief Operating Officer MarkPlus Institute yang mengajak peserta untuk menjadi wirausahawan dan menggunakan Diplomat Success Challenge sebagai program untuk mencapai cita-cita sebagai seorang entrepreneur.

Sorotan lain hadir dari sesi bersama Ahmad Haidir, perwakilan dari Bantex selaku mitra Palembang Marketing Festival yang menjelaskan lini produk Bantex dan bagaimana Bantex siap membantu mahasiswa Palembang untuk mencapai hasil yang terbaik dan sukses di dunia profesional melalui katalog produk Bantex yang beragam.

Selanjutnya, Dwiputri Handayani, Pemimpin Kantor Kas Universitas Sriwijaya, Bank Sumsel Babel memberikan sesi yang menyerukan pentingnya untuk belajar mengatur keuangan sedari usia muda, dan bagaimana produk tabungan yang beragam dari Bank Sumsel Babel siap membantu mahasiswa untuk mengatur keuangan dengan mudah tanpa persyaratan yang rumit.

Sesi pemaparan selanjutnya oleh Taufik Diya, Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan PT Pegadaian Kanwil III SumBagSel, membahas pentingnya literasi keuangan dalam sesi “Safe & Shiny: Emas, Investasi Paling Aman Buat Gen Z.” Taufik menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan emas terbanyak di dunia. Ia menekankan bahwa kebiasaan kecil dalam pengeluaran harian dapat dialihkan menjadi langkah awal investasi masa depan melalui tabungan emas digital.

“Jika Anda ingin menabung, perimbangkan juga manfaatnya, bukan hanya nilainya saja!,” jelas Taufik.

Sesi utama dalam Campus Day IMF Palembang ditutup oleh Raditya Tanu Hutama, Chief Operating Officer MarkPlus Institute, melalui paparan bertajuk “Marketing Pathways: What’s Hot?”. Sesi ini membedah dinamika industri pemasaran terkini, keterampilan masa depan yang dibutuhkan, serta peluang karir yang terbuka lebar di tengah era disrupsi teknologi dan personal branding di era teknologi sekarang.

“Melalui MarkPlus Institute dan Indonesia Marketing Festival 2025, kami berkomitmen untuk mendorong mahasiswa tidak hanya agar siap memasuki dunia profesional, tetapi juga mampu berpikir strategis dan memahami peran mereka dalam ekosistem digital yang terus berkembang. AI bukan untuk ditakuti, melainkan dimanfaatkan secara cerdas,” jelas Raditya.

Selain itu, Raditya juga menekankan pentingnya memposisikan AI bukan untuk menggantikan fungsi manusia, melainkan sebagai kopilot untuk membantu meningkatkan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh manusia.

“Jadi kembali ke cara berpikir, AI harus dijadikan sebagai kopilot, sebagai asisten dalam melakukan pekerjaan sehingga Anda bisa mengalihkan fokus Anda untuk berpikir kritis dan melakukan keputusan-keputusan strategis. Jangan biarkan AI menggantikan kita, melainkan AI sebagai asisten kita!” tambah Raditya.

Melalui inisiatif ini, MarkPlus Institute menegaskan peran sebagai katalisator yang menjembatani dunia pendidikan dan industri profesional, membekali generasi muda yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga visioner dalam membangun karier, serta siap menjadi agen perubahan yang relevan dan berdampak.

  • Markplus
  • kecerdasan buatan (AI)
  • Palembang Marketing Festival 2025
  • Indonesia Marketing Festival (IMF)
  • Wong Kito Galo

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.