Rudal Balistik KHAN Ubah Keseimbangan Kekuatan Regional
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Dok. Roketsan
SINGAPURA - Para analis pertahanan baru-baru ini mengatakan, pengerahan diam-diam sistem rudal balistik jarak pendek buatan Turki di Kalimantan Timur oleh Indonesia merupakan langkah penting yang telah "secara signifikan" mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara.
"Dari kawasan di mana tidak ada negara yang memiliki kemampuan misil balistik modern operasional, Indonesia kini memiliki opsi serangan berpresisi tinggi dan respons cepat yang dapat membentuk kembali dinamika pencegahan regional," kata mereka.
Mengutip Channel News Asia, Senin (11/8), terkait erat dengan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN), dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Tiongkok Selatan, pemindahan tersebut menandakan peralihan yang terencana oleh Indonesia dari postur yang sebagian besar defensif menjadi postur pencegahan yang lebih gesit dan condong ke depan, mereka menambahkan.
Secara geopolitik, hal ini menggarisbawahi perubahan Indonesia dari ketergantungan tradisional pada Barat menuju hubungan yang beragam dengan mitra seperti Turki — memperkuat pengaruhnya dalam dinamika kekuatan global.
Para ahli mengatakan, pilihan penempatan pertama mencerminkan pertimbangan geopolitik, geografis, dan simbolis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalimantan Timur kemungkinan besar dipilih karena keamanannya yang relatif dari serangan langsung, posisinya yang strategis menghadap jalur laut utara utama, dan perannya sebagai lokasi ibu kota baru yang menjadikannya ideal untuk menampung pasukan misil guna melindungi wilayah nasional dan IKN.
Sistem rudal KHAN, platform dengan jangkauan 280 kilometer yang dikembangkan oleh produsen senjata Turki Roketsan — pertama kali ditemukan oleh para penggemar militer di pangkalan Raipur A Yonarmed 18 milik Angkatan Darat Indonesia di Tenggarong di Kalimantan Timur, provinsi yang akan menjadi tuan rumah ibu kota masa depan.
"Indonesia telah memesan misil KHAN pada November 2022 dan merupakan kekuatan militer pertama di luar Turki yang memiliki misil tersebut dalam inventarisnya," kata wakil manajer umum Roketsan, Murat Kurtulus saat itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!