Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Ambon Maksimalkan Gerakan Pangan Murah

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 23:57 WIB | Oleh:
Pemkot Ambon Maksimalkan Gerakan Pangan Murah Doc: ANTARA/Winda Herman
Ket. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon.

Ambon -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memaksimalkan gerakan pangan murah sebagai langkah strategis untuk menekan laju inflasi yang terjadi belakangan ini.

“Kegiatan ini digelar rutin dua kali dalam seminggu dengan menyasar komoditas-komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang, dan beras,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Selasa.

Menurut dia, langkah itu diambil karena Kota Ambon tercatat mengalami inflasi year-on-year (yoy) pada Juli 2025 sebesar 2,79 persen, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat hanya 1,62 persen.

Ia mengakui meski pemerintah kota berupaya keras menjaga kestabilan harga, masih terdapat sejumlah komoditas yang sulit dikendalikan, seperti beras.

“Kenaikan harga beras ini bukan menjadi domain kita di Pemkot, melainkan kewenangan pemerintah pusat. Beberapa bulan kemarin, tidak ada pasokan beras Bulog SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Sekarang sudah ada. Mudah-mudahan itu bisa membantu menurunkan inflasi di Kota Ambon,” ujar dia. 

Selain beras, komoditas lain seperti cabai dan bawang juga menjadi perhatian. Pemkot terus memberikan subsidi harga terhadap kedua bahan pokok tersebut demi menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kita juga cukup terpengaruh oleh pasokan ikan. Karena musim ombak, harga ikan tidak stabil dan cenderung naik. Ini juga turut menyebabkan inflasi naik,” katanya, menambahkan.

Melalui intervensi harga dan penyediaan pangan murah, Pemkot Ambon berharap inflasi bisa ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun.

Ia juga mengatakan beberapa komoditas utama tercatat memiliki ketahanan stok yang cukup panjang, seperti beras, total stok mencapai 7.008,7 ton, yang terdiri dari pasokan distributor dan Perum Bulog. Dengan kebutuhan harian 89 ton, stok ini cukup untuk 91 hari ke depan.

Minyak goreng, tersedia 549.905 liter, dengan kebutuhan harian 4.230 liter. Ini berarti ketahanan stok mencapai 201 hari. Tepung terigu, tercatat sebanyak 2,5 ton, dengan konsumsi harian sekitar 18 kilogram (kg), sehingga cukup untuk 140 hari.

Telur ayam ras, ketersediaan mencapai 646.000 butir, cukup untuk konsumsi harian 7.050 butir selama 118 hari. Gula pasir, stok sebanyak 409,1 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan harian 5 ton, sehingga bertahan hingga 32 hari.

Margarin, tersedia 0,30 ton, cukup untuk 58 hari ke depan. Susu kaleng, dengan stok 142.422 kaleng dan kebutuhan 2.468 kaleng per hari, ketahanan tercatat selama 239 hari. Ayam ras, jumlah tersedia 506 ton, dengan konsumsi 2,1 ton per hari, mampu bertahan selama 124 hari. Dan Garam, stok 9,2 ton, kebutuhan harian sekitar 1 ton, cukup untuk 176 hari.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) dari tiga kota di Maluku, Kota Ambon tercatat memberikan andil Inflasi terendah secara yoy.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Kota Ambon dipicu oleh kenaikan pada hampir semua kelompok pengeluaran, tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau mencapai 7,38 persen dengan andil 2,08 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...
Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.