Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mengeksplorasi Keindahan Hutan Mangrove di Teluk Sulaiman, Kalimantan Timur

26 Selasa, 12 Agu 2025, 17:24 WIB | Oleh:

Kejernihan air di kawasan ini memungkinkan pengunjung dengan mudah mengamati dasar muara serta beragam ikan dan penyu yang berenang. Pada saat air surut, pengunjung bahkan bisa melihat bekantan beraktivitas di pepohonan atau berenang di sekitar muara. Pemandangan Muara Penyu semakin indah dengan hijaunya hamparan hutan tropis yang mengelilingi tempat itu.

Menurut penuturan pemandu lokal, jenis satwa yang bisa diamati sangat bergantung pada kondisi pasang surut air. Saat air pasang, penyu akan terlihat berenang dan mencari makan. Sementara ketika air surut, bekantan dan kera ekor panjang biasanya muncul di area sekitar.

20250812172006_1000070444.jpeg

Penampakan penyu yang sedang berenang di kawasan Muara Penyu, Teluk Sulaiman. (Antara/Farhan Arda Nugraha)

Pulau Sigending Besar

Destinasi berikutnya dalam penjelajahan Teluk Sulaiman adalah Pulau Sigending Besar, sebuah kawasan konservasi dan ekowisata yang menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Hanya butuh sekitar 17 menit dari Muara Penyu untuk tiba di pulau yang menjadi salah satu titik snorkeling terbaik di kawasan tersebut.

Pulau Sigending dikenal memiliki ekosistem terumbu karang yang dinilai terbaik di Kabupaten Berau.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga konservasi seperti The Nature Conservancy (TNC) mengungkap bahwa wilayah ini menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis ikan karang, termasuk ikan kakaktua yang berperan penting menjaga kesehatan karang dengan memakan lumut yang menutupi permukaannya.

Air laut di sekitar pulau sangat jernih, memungkinkan wisatawan menikmati kegiatan snorkeling dengan visibilitas tinggi. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan terumbu karang warna-warni serta berbagai jenis ikan tropis dan biota laut lainnya.

Nama "Sigending" sendiri memiliki beragam versi asal-usul. Ada yang mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari bentuk pulau yang menyerupai kendi. Versi lain menyebutkan bahwa dalam bahasa Dayak setempat, kata “Sigending” berarti muara, mengacu pada posisi geografisnya yang berada di pertemuan laut dan daratan.

Kawasan pulau dan perairan di sekitarnya, dengan luas sekitar 1.500 hektare, telah ditetapkan sebagai kawasan lindung dan ekowisata oleh Pemerintah Kabupaten Berau melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 474 Tahun 2016.

Status ini diberikan untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi.

20250812172105_1000070445.jpeg

Pemandangan di bibir pantai Pulau Sigending Besar, Teluk Sulaiman. (Antara/Farhan Arda Nugraha)

Pengelola destinasi wisata mangrove di Teluk Sulaiman memiliki pendekatan sendiri dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di kawasan tersebut.

Forum Peduli Kelestarian Alam (Forlika) Teluk Sulaiman sebagai salah satu pihak yang mengelola kawasan wisata mangrove Sigending menerapkan sistem antrean agar kunjungan wisatawan tidak menumpuk di satu waktu yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat ceceran sampah hingga kebisingan yang dapat mengganggu satwa-satwa di sana.

Berwisata mangrove dan bahari di Teluk Sulaiman menggunakan moda transportasi perahu kelotok untuk berpindah dari satu titik pengamatan ke titik lainnya. Pengelola mengimbau mesin perahu dimatikan saat berada di titik pengamatan agar tidak mengganggu satwa-satwa yang tinggal di sana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.