Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengeksplorasi Keindahan Hutan Mangrove di Teluk Sulaiman, Kalimantan Timur

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 17:24 WIB | Oleh:

Tidak jauh dari Salo Buaya terdapat lokasi pengamatan penyu yang oleh penduduk dikenal sebagai Muara Sisipan, namun bagi para wisatawan tempat ini lebih dikenal sebagai Muara Penyu.

Sesuai namanya, kawasan ini merupakan habitat alami dua jenis penyu yang ditemukan di Teluk Sulaiman, yakni penyu sisik dan penyu hijau. Dari Salo Buaya, perjalanan menuju Muara Penyu memakan waktu sekitar 20 menit dengan perahu ketinting.

Kejernihan air di kawasan ini memungkinkan pengunjung dengan mudah mengamati dasar muara serta beragam ikan dan penyu yang berenang. Pada saat air surut, pengunjung bahkan bisa melihat bekantan beraktivitas di pepohonan atau berenang di sekitar muara. Pemandangan Muara Penyu semakin indah dengan hijaunya hamparan hutan tropis yang mengelilingi tempat itu.

Menurut penuturan pemandu lokal, jenis satwa yang bisa diamati sangat bergantung pada kondisi pasang surut air. Saat air pasang, penyu akan terlihat berenang dan mencari makan. Sementara ketika air surut, bekantan dan kera ekor panjang biasanya muncul di area sekitar.

20250812172006_1000070444.jpeg

Penampakan penyu yang sedang berenang di kawasan Muara Penyu, Teluk Sulaiman. (Antara/Farhan Arda Nugraha)

Pulau Sigending Besar

Destinasi berikutnya dalam penjelajahan Teluk Sulaiman adalah Pulau Sigending Besar, sebuah kawasan konservasi dan ekowisata yang menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Hanya butuh sekitar 17 menit dari Muara Penyu untuk tiba di pulau yang menjadi salah satu titik snorkeling terbaik di kawasan tersebut.

Pulau Sigending dikenal memiliki ekosistem terumbu karang yang dinilai terbaik di Kabupaten Berau.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga konservasi seperti The Nature Conservancy (TNC) mengungkap bahwa wilayah ini menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis ikan karang, termasuk ikan kakaktua yang berperan penting menjaga kesehatan karang dengan memakan lumut yang menutupi permukaannya.

Air laut di sekitar pulau sangat jernih, memungkinkan wisatawan menikmati kegiatan snorkeling dengan visibilitas tinggi. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan terumbu karang warna-warni serta berbagai jenis ikan tropis dan biota laut lainnya.

Nama "Sigending" sendiri memiliki beragam versi asal-usul. Ada yang mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari bentuk pulau yang menyerupai kendi. Versi lain menyebutkan bahwa dalam bahasa Dayak setempat, kata “Sigending” berarti muara, mengacu pada posisi geografisnya yang berada di pertemuan laut dan daratan.

Kawasan pulau dan perairan di sekitarnya, dengan luas sekitar 1.500 hektare, telah ditetapkan sebagai kawasan lindung dan ekowisata oleh Pemerintah Kabupaten Berau melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 474 Tahun 2016.

Status ini diberikan untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.