Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mengeksplorasi Keindahan Hutan Mangrove di Teluk Sulaiman, Kalimantan Timur

26 Selasa, 12 Agu 2025, 17:24 WIB | Oleh:
Mengeksplorasi Keindahan Hutan Mangrove di Teluk Sulaiman, Kalimantan Timur Mengeksplorasi Keindahan Hutan Mangrove di Teluk Sulaiman, Kalimantan Timur Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Keindahan jejeran tanaman mangrove di Salo Buaya, Teluk Sulaiman.

JAKARTA - Teluk Sulaiman di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, merupakan kawasan yang menyimpan pesona keindahan alam, mulai dari ketenangan hutan mangrove hingga lautan biru nan jernih.

Untuk menjangkau kawasan ini, pengunjung perlu menempuh perjalanan darat dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Waktu tempuhnya sekitar lima hingga enam jam dengan kendaraan roda empat.

Meski perjalanan cukup panjang, rasa bosan akan terlupakan karena sepanjang jalan Anda akan disuguhi panorama hutan tropis yang asri, dan menjelang tiba di Teluk Sulaiman, pemandangan pesisir pantai yang membentang menjadi latar yang memanjakan mata.

Teluk Sulaiman menawarkan beragam daya tarik wisata alam, mulai dari gua, danau, muara, hingga kekayaan flora dan fauna khas kawasan tropis. Untuk mengeksplorasi wilayah ini, pengunjung dapat menyewa perahu motor atau ketinting milik warga.

Warga setempat juga menyediakan jasa pemandu wisata yang akan menjelaskan titik-titik pengamatan beserta informasi mengenai keanekaragaman hayati yang dapat ditemukan di setiap lokasi.

Dalam perjalanan menyusuri kawasan ini, Antara berkesempatan mengunjungi sejumlah titik wisata alam yang menyuguhkan panorama luar biasa, di antaranya Salo Buaya, kawasan hutan mangrove, Muara Sisipan atau dikenal sebagai Muara Penyu, serta Pulau Sigending Besar.

Waktu terbaik untuk menyusuri teluk adalah pada pagi atau sore hari, terutama saat cuaca cerah. Pemandangan akan terlihat lebih jelas dan menawan, serta memberi peluang lebih besar untuk menjumpai satwa khas Teluk Sulaiman seperti penyu dan jenis monyet asli Kalimantan yakni bekantan.

20250812171908_1000070441.jpeg

Pemandangan hutan mangrove di Teluk Sulaiman, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Antara/Farhan Arda Nugraha.

Salo Buaya

Sekitar 20 menit perjalanan dari dermaga Teluk Sulaiman, pengunjung akan tiba di Salo Buaya. Kawasan ini menawarkan hamparan hutan mangrove dan ekosistem tropis yang menghadirkan suasana sejuk dan menyegarkan.

Dalam bahasa setempat, “Salo Buaya” berarti “sungai buaya”. Namun, penamaannya tidak mencerminkan suasana yang menyeramkan. Sebaliknya, muara sungai yang membelah lebatnya hutan mangrove ini menyuguhkan keindahan alam yang meneduhkan mata dan pikiran.

Sungainya sempit dan berkelok, dikelilingi dinding mangrove yang menjulang. Di beberapa bagian, ranting dan akar saling bertaut, membentuk kanopi alami yang memberi keteduhan. Sepanjang perjalanan, pengunjung kerap menjumpai ikan-ikan dan penyu berenang di air yang begitu jernih hingga dasar sungai pun terlihat jelas dari atas perahu.

Suasana tenang semakin terasa dengan iringan suara riak air, kicau burung, serta desir angin di antara dedaunan. Salo Buaya juga menjadi taman mangrove alami dengan tiga jenis tanaman utama, yaitu Rhizopora, Xylocarpus, dan Bruguiera. Uniknya, jenis Bruguiera di lokasi ini tumbuh berdekatan dan bergerombol, berbeda dari tempat lain yang umumnya tumbuh tersebar.

Muara Penyu

Tidak jauh dari Salo Buaya terdapat lokasi pengamatan penyu yang oleh penduduk dikenal sebagai Muara Sisipan, namun bagi para wisatawan tempat ini lebih dikenal sebagai Muara Penyu.

Sesuai namanya, kawasan ini merupakan habitat alami dua jenis penyu yang ditemukan di Teluk Sulaiman, yakni penyu sisik dan penyu hijau. Dari Salo Buaya, perjalanan menuju Muara Penyu memakan waktu sekitar 20 menit dengan perahu ketinting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.