Tingkatkan Kesehatan Siswa, Menkes Minta Mendikdasmen Masukkan Kurikulum Kesehatan
📅 Senin, 11 Agu 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Padang - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sedang mengupayakan dan membujuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti agar memasukkan kurikulum kesehatan dasar ke setiap satuan pendidikan.
"Kita sedang membujuk Pak Mendikdasmen agar menjadikannya kurikulum wajib," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/8).
Menkes mengatakan dalam materi atau kurikulum tersebut, anak didik akan diajarkan cara bertindak ketika menghadapi situasi tidak terduga, seperti gempa bumi, menangani diri sendiri ketika terluka, pentingnya menjaga higienis, dan lain sebagainya.
Bahkan dalam kurikulum tersebut, kata dia, anak didik juga diajarkan untuk menegur atau menjelaskan kepada masing-masing orang tua perokok terkait bahaya terpapar asap rokok.
"Jadi, tujuannya agar setiap orang itu sejak dini sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan," kata Menkes.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendidikan tentang kurikulum kesehatan tersebut sudah dikerjakan dan diimplementasikan oleh Kemenkes pada 2023 yang bekerja sama dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang pada saat itu dijabat oleh Nadiem Anwar Makarim.
Ia menyakini apabila kurikulum tentang kesehatan dimasukkan ke dalam ranah pendidikan, maka kesadaran masyarakat tentang kesehatan akan jauh lebih baik.
Pada kesempatan itu Menkes Budi mengatakan menjaga tubuh tetap sehat merupakan tindakan promotif dan preventif. Sementara mengobati orang sakit adalah tindakan kuratif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk Dinas Kesehatan di provinsi, kabupaten dan kota, didorong untuk memasifkan sosialisasi pola hidup sehat, skrining kesehatan dan sebagainya agar masyarakat tidak jatuh sakit.
Terakhir Menkes mencontohkan keberhasilan Singapura dalam aspek kesehatan. Rata-rata penduduk di negara tersebut berusia 84 tahun atau lebih lama bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yakni 79 tahun yang biaya kesehatannya jauh lebih tinggi.
Hal itu tidak lepas dari keberhasilan pemerintah Singapura dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!