Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas, Alunjiva Indonesia Adakan Pelatihan untuk Pelaku Usaha Perempuan dan Disabilitas

📅 Senin, 11 Agu 2025, 18:12 WIB | Oleh:
Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas, Alunjiva Indonesia Adakan Pelatihan untuk Pelaku Usaha Perempuan dan Disabilitas Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Seorang mentor sedang menyampaikan materi pada kegiatan pelatihan SheAblepreneur, yang berlangsung di BSD Tangerang Selatan pada hari Senin (11/8).

TANGERANG SELATAN – Menyambut Hari UMKM Nasional, Alunjiva Indonesia menyelenggarakan rangkaian pelatihan kewirausahaan secara luring bagi 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas. Kegiatan ini sebagai kelanjutan dari program “SheAblepreneur.”

Setelah bulan Juli lalu seluruh peserta mengikuti pelatihan secara daring, hari ini Senin (11/8) pelatihan diadakan secara luring. Edisi pertama ini diikuti oleh 25 peserta asal Jabodetabek dan akan dilanjutkan dengan kegiatan serupa di dua kota lainnya, seperti Bandung dan Yogyakarta.

Pelatihan oleh para mentor yang ahli di bidangnya ini didukung oleh Komnas Disabilitas RI dan Unilever Indonesia, membahas sejumlah materi penting yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku UMKM perempuan dan disabilitas menuju terwujudnya ekosistem UMKM yang lebih inklusif.

Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara menerangkan, setiap tanggal 12 Agustus, Hari UMKM Nasional diperingati untuk memberikan perhatian pada puluhan juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai denyut nadi perekonomian Indonesia. Lebih dari itu, momen ini menjadi ajakan untuk melihat lebih dalam.

“Bagaimana kita mampu membangun ekosistem UMKM yang benar-benar inklusif di mana setiap pelaku usaha, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujar dia dalam kegiatan pelatihan SheAblepreneur, di BSD Tangerang Selatan pada hari Senin (11/8).

Karena faktanya banyak kelompok marjinal, khususnya para perempuan dan individu disabilitas, tidak berani memulai dan menjalankan bisnis UMKM karena adanya stereotip bahwa perempuan kurang fokus dalam menjalankan usaha, atau stigma bahwa individu disabilitas kurang mampu bekerja produktif.

Bahkan saat keberanian itu muncul, mayoritas bisnis perempuan, apalagi yang dimiliki oleh individu dengan disabilitas, masih sulit berkembang karena keterbatasan akses terhadap mentor, jejaring, ataupun modal.

“Program SheAblepreneur berupaya untuk menjadi bagian dari solusi, kami ingin memberikan ruang di mana perempuan dan individu dengan disabilitas ‘diizinkan’ untuk bermimpi agar bisa bergerak lebih jauh dan membuat perubahan nyata,” ungkapnya.

“Berkolaborasi dengan Komnas Disabilitas RI dan Unilever Indonesia, program ini adalah inisiatif yang dirancang untuk mendukung pelaku usaha perempuan, termasuk perempuan dengan disabilitas, agar dapat mengembangkan bisnis yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak sosial,” tambahnya.

Diluncurkan bulan Juni lalu, program ini telah menerima 182 pendaftar yang berdomisili di tiga kota pelaksanaan, yaitu Tangerang, Bandung dan Yogyakarta. Setelah melalui tahap penyaringan dan wawancara, terpilih 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas yang memenuhi syarat dan siap mendapatkan pendampingan intensif.

Bulan Juli lalu mereka telah mengikuti pelatihan online dengan empat modul utama: (1) Dasar pengembangan bisnis dan BMC (Business Model Canvas), (2) Pemanfaatan digital dan media sosial dalam pengembangan bisnis, (3) Literasi keuangan, dan (4) Pengenalan AI.

Nicky melanjutkan, melalui pelatihan daring, teridentifikasi sejumlah tantangan utama yang umumnya dihadapi oleh mayoritas pelaku usaha, yaitu permasalahan dalam manajemen tim,  mulai dari pembagian peran dan tanggung jawab, komunikasi internal yang belum optimal.

Selain itu juga belum maksimalnya keterlibatan anggota tim, hingga permasalahan dalam strategi pemasaran khususnya terkait cara memperkenalkan produk ke target pasar yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta pemanfaatan kanal digital dan offline secara efektif.”

Untuk membantu peserta menghadapi tantangan, digelar pelatihan tahap lanjutan secara offline dengan metode design thinking. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu memahami penerapan strategi manajemen tim yang lebih terstruktur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Ekonom: Liburan Sekolah Ger...
Rona
Iko Uwais Bintangi Film Aks...
Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.