Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim Usulkan 11 Ribu Siswa Madrasah Terima Seragam Gratis

📅 Senin, 11 Agu 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Usulkan 11 Ribu Siswa Madrasah Terima Seragam Gratis Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kaltim Sabransyah.

Samarinda - Sebanyak 11.926 siswa Madrasah Aliyah (MA) berstatus negeri dan swasta di Kalimantan Timur (Kaltim) diusulkan menjadi penerima manfaat program seragam sekolah gratis dari pemerintah provinsi setempat.

"Saat ini program tersebut masih dalam tahap pendataan dan sudah kami setor ke Pemprov Kaltim," ujar Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim Sabransyah di Samarinda, Senin (11/8).

Dia mengaku pihaknya telah menyerahkan data jumlah siswa tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk ditindaklanjuti.

"Kemungkinan besar data ini akan menjadi acuan untuk alokasi program seragam gratis," ujar Sabransyah.

Ia menjelaskan program seragam gratis ini merupakan inisiatif baru di luar skema pembiayaan pendidikan yang sudah berjalan selama ini di lingkungan madrasah.

Selama ini, operasional madrasah, khususnya yang berstatus negeri, telah ditopang oleh dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

Berkat bantuan tersebut, seluruh madrasah negeri di Kaltim dipastikan tidak memungut biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bulanan kepada orang tua siswa.

"Secara umum, madrasah negeri kami tidak membebankan biaya SPP kepada orang tua, karena sudah ada Bosnas dan Bosda dari pemerintah," tegasnya.

Sabransyah menambahkan partisipasi masyarakat melalui komite madrasah tetap dimungkinkan untuk mendukung program pengembangan mutu pendidikan yang tidak tercakup oleh dana BOS.

Partisipasi ini bersifat sukarela dan diputuskan melalui musyawarah antara para orang tua siswa di dalam komite.

Berbeda dengan madrasah negeri, madrasah swasta juga menerima Bosda, namun jumlahnya seringkali tidak mencukupi untuk seluruh biaya operasional. Kondisi inilah yang membuat beberapa madrasah swasta masih memberlakukan SPP dengan nominal yang terjangkau.

Sabransyah menegaskan bahwa Kanwil Kemenag tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk pengadaan seragam bagi siswa madrasah.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik rencana program seragam gratis dari pemerintah provinsi yang akan menjangkau seluruh siswa, termasuk yang menempuh pendidikan di bawah naungan Kemenag.

"Jadi, program dari pemerintah provinsi ini kami dukung. Saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut, karena prosesnya masih dalam tahap pendataan untuk tahun ajaran 2025/2026," kata Sabransyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.