Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mimpi Anak Pedalaman Jadi Nyata, Sekolah Rakyat Gratis Hadir di Papua & Sumba

📅 Senin, 11 Agu 2025, 21:48 WIB | Oleh:
Mimpi Anak Pedalaman Jadi Nyata, Sekolah Rakyat Gratis Hadir di Papua & Sumba Doc: ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi
Ket. Foto arsip - Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (baris pertama, keempat dari kiri) berfoto bersama anak-anak di kawasan transmigrasi saat mengunjungi Papua beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membangun Sekolah Rakyat berasrama (boarding school) gratis di Papua dan Sumba. Program ini menggabungkan kurikulum nasional dengan pembentukan karakter untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan di Jakarta, Senin, bahwa pengembangan Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah transmigrasi dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Ia mengatakan sekolah berasrama gratis tersebut nantinya mengintegrasikan kurikulum nasional dengan empat pilar utama pembangunan karakter siswa, yakni kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.

"Konsep boarding school ini bukan sekadar memperluas akses pendidikan, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan membentuk karakter,” ucap M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Pembangunan pilot project Sekolah Rakyat akan dimulai di Wamena dan Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, serta Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementrans Velix Vernando Wanggai menyatakan Sekolah Rakyat akan menjadi pusat pembentukan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga terlatih dalam keterampilan hidup, memiliki daya juang, dan kokoh secara moral. Mereka harus menjadi pemimpin masa depan yang mampu membangun desanya dan menginspirasi bangsanya,” ujarnya.

Ia berharap melalui sinergi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), Sekolah Rakyat dapat menjadi motor penggerak kawasan transmigrasi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Pihaknya berkomitmen untuk membentuk anak-anak transmigran menjadi SDM yang cerdas, berintelektual, terampil, berkarakter kuat, dan berjiwa nasionalis agar dapat menjadi generasi penggerak Indonesia Emas 2045.

“Transformasi transmigrasi bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi membangun manusianya agar siap memimpin masa depan,” imbuh Velix Vernando Wanggai.

Kementerian Sosial mencatat terdapat 100 titik Sekolah Rakyat yang menampung lebih dari 9.700 siswa di seluruh Indonesia per Agustus 2025.

Jika sarana dan prasarananya sudah siap, maka akan ditambah 59 titik Sekolah Rakyat pada September 2025 untuk menampung lebih dari 15 ribu siswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.