Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Haru Calon Paskibraka: Demi Sang Saka Merah Putih di Ulang Tahun RI ke-80

📅 Senin, 11 Agu 2025, 17:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kisah Haru Calon Paskibraka: Demi Sang Saka Merah Putih di Ulang Tahun RI ke-80 Doc: Antara Foto
Ket. Calon Paskibraka perwakilan Papua Tengah, Matthew Farel (kiri), dan calon Paskibraka perwakilan Riau, Alya Zahra Khalisah (kanan)

Calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tidak kuasa membendung rasa haru dan bangga karena dipercayai untuk ikut andil dalam mengibarkan Sang Dwiwarna, bendera Merah Putih, pada HUT Ke-80 RI, Minggu (17/8).

Matthew Farel, calon Paskibraka perwakilan Papua Tengah, mengaku telah menaklukkan banyak tantangan hingga bisa mencapai panggung nasional. Perjuangan yang membuahkan hasil itu membuat Matthew diselimuti rasa syukur.

“Perasaan dari Nabire ke Jakarta sangat terharu, rasa bangga, orang tua tersenyum,” kata Matthew saat bertutur kepada ANTARA di sela-sela latihan gabungan di Taman Wiladatika, Depok, Jawa Barat, Senin.

Menjadi Paskibraka merupakan mimpi yang terkabul untuk Matthew. Dia terinspirasi menjadi pengibar bendera dari kakak kelasnya. Ia pun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra di sekolah untuk mengasah kemampuan.

“Ada rasa terharu, kayak, waktu dulu itu macam rasa, ih, macam rasa tidak bisa, begitu, masuk nasional, macam rasa, ah, mungkin sampai di provinsi saja, tapi mungkin Tuhan sudah atur jalannya sampai di nasional,” ujarnya.

Bagi Matthew, bendera Merah Putih bukan sekadar kain belaka. Sang Dwiwarna itu, tuturnya, melambangkan perjuangan bangsa Indonesia.

“Itu bukan sekadar kain, maksudnya, kita harus menghargai perjuangan-perjuangan bangsa Indonesia, pahlawan-pahlawan yang telah berkorban, banyak jiwa yang telah gugur di medan perang waktu dulu,” kata dia.

Selama menjalani pelatihan, Matthew mengaku mendapatkan banyak materi terkait nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di dalam keseharian saat bercengkerama dengan sesama calon Paskibraka.

Dengan kawan sekamar asal Jawa Barat, Matthew sering bertukar cerita perihal budaya dan adat istiadat. Cerita keberagaman itu menggerakkan Matthew untuk mengajak generasi muda Indonesia lainnya agar menghargai perbedaan.

“Kita harus sama-sama [menghargai] karena kita Indonesia. Kita itu dibekali bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tapi tetap satu,” ucapnya.

Kebanggaan yang sama juga menyeruak dari wajah Alya Zahra Khalisah, calon Paskibraka perwakilan Riau. Betapa tidak, Alya berhasil menjadi Paskibraka pertama dari kampungnya.

“Saya senang sekali. Hampir… sudah menangis orang tua saya, menangis semuanya, terharu. Keluarga saya itu sudah tidak bisa diutarakan lagi,” kata Alya ditemui di lokasi yang sama.

Menjadi Paskibraka ibarat petualangan bagi remaja asal Kampar itu. Ia ingin mencoba hal baru sekaligus memotivasi teman sejawat bahwa mimpi dapat terkabul jika diiringi doa, tekad kuat, dan usaha.

“Kebetulan di kampung saya itu belum ada Paskibraka. Jadi saya ingin mencoba hal baru. Di keluarga saya juga belum ada Paskibraka. Jadi saya ingin mencoba hal baru supaya bisa memotivasi semua orang juga,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.