Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenbud: Kiprah Jember Fashion Carnaval sebagai Fenomena Budaya Dunia

📅 Senin, 11 Agu 2025, 17:31 WIB | Oleh:
Kemenbud: Kiprah Jember Fashion Carnaval sebagai Fenomena Budaya Dunia Doc: ANTARA/HO-Kemenbud
Ket. Dirjen PPPK Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra memberikan support kepada peserta JFC saat puncak JFC 2025 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Minggu (10/8).

JEMBER, JAWA TIMUR - Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra menilai bahwa kiprah Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai fenomena budaya dunia, sehingga pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karnaval busana sepanjang 3,6 kilometer itu.

"JFC konsisten menghadirkan karya kreatif berkualitas dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (11/8).

Ia menilai JFC telah berevolusi dari sebuah ajang lokal menjadi fenomena budaya internasional yang mempertemukan kekayaan budaya masa lalu dengan inovasi masa kini.

"Ada banyak hal yang patut kita banggakan dari JFC. Dari sebuah acara lokal kini menjadi fenomena budaya internasional, JFC adalah ruang pertemuan yang mempertemukan kekayaan budaya masa lalu dengan inovasi budaya masa depan," tuturnya.

Menurutnya keberhasilan itu adalah buah dari kerja keras para inisiator, tim penyelenggara, dan dukungan penuh pemerintah daerah, sehingga patut memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Dynand Fariz yang telah membangun pondasi kuat JFC.

Tahun ini, JFC mengusung tema Evoluxion, gabungan dari kata Evolution, Luxury, dan Innovation, dengan tagline Dreamy, Evolve, Triumph. Tema itu menekankan pentingnya keberanian menghadapi perubahan zaman, berinovasi, beradaptasi, dan mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan serta kelestarian bumi.

Sebagai suguhan utama, JFC 2025 menampilkan sepuluh parade (defile) memukau yakni Anatomi, Allograph, Nile Enigma, Great Wall of China, Botanica, Nias, Origami, Phinisi, Aerospace, dan Symphoni. Masing-masing defile menghadirkan perpaduan antara konsep artistik, kekayaan narasi, dan nilai budaya yang dikemas dalam karya kostum berskala dunia.

Bagi Ditjen PPPK, lanjutnya, JFC merupakan salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kreatif yang inklusif yang dapat memperkuat ekosistem seni budaya. Penguatan ekosistem seni budaya sendiri menjadi mandat utama Ditjen PPPK yang mencakup seluruh rantai pemajuan kebudayaan.

“Kami berharap kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan JFC terus terjalin. Ke depan, JFC dapat menjadi panggung bagi talenta terbaik Indonesia lintas bidang, mulai dari kriya, desain, fashion, seni pertunjukan, hingga musik, sekaligus menjadi pasar yang mempertemukan karya anak bangsa dengan buyer, produser, dan agensi internasional," katanya.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Mahendra berharap JFC terus menjadi ikon budaya Indonesia yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani berkreasi dan menjaga kelestarian budaya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.