Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanda Ekonomi Lesu? Inflasi Tahunan pada Januari 2025 di Bawah 1 Persen

📅 Senin, 03 Feb 2025, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertanda Ekonomi Lesu? Inflasi Tahunan pada Januari 2025 di Bawah 1 Persen Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Tangkapan layar - Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2025).

JAKARTA - Secara keseluruhan, meskipun terjadi deflasi bulanan inflasi tahunan tetap positif. Sebab, ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun dalam tingkat lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Januari 2025 mencapai 0,76 persen (year-on-year/yoy). Namun, dibandingkan Desember 2024, terjadi deflasi sebesar 0,76 persen pada Januari 2025. 

“Tingkat inflasi tahun ke tahun pada Januari 2025 adalah sebesar 0,76 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,19 pada Januari 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025,” kata Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2).

Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan laju inflasi sebesar 3,69 persen dan memberikan andil sebesar 1,07 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah minyak goreng dengan andil sebesar 0,14 persen serta sigaret keretek mesin dengan andil sebesar 0,12 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk, dan beras.

Sementara itu, komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,36 persen.

Sejumlah kelompok mengalami deflasi, dengan deflasi terdalam terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dengan andil deflasi 1,39 persen. Deflasi ini didorong oleh komoditas tarif listrik pada Januari 2025.

Secara komponen, inflasi terjadi pada seluruh komponen kecuali komponen harga diatur pemerintah.

Komponen inti (core inflation) mengalami inflasi tahunan sebesar 2,36 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 1,51 persen. Komponen yang dominan memberikan andil inflasi terhadap di dalam komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, dan nasi dengan lauk.

Komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 3,07 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai rawit, beras, ikan segar, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) mengalami deflasi tahunan sebesar 6,41 persen. Komponen ini memberikan andil deflasi sebesar 1,26 persen, dan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif listrik.

Bila ditinjau berdasarkan sebaran inflasi wilayah, secara tahunan sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 8 lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 4,55 persen. Deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 1,52 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.