Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbauan untuk Warga Manggarai Barat untuk Mewaspadai Pasang Laut

📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:34 WIB | Oleh:
Imbauan untuk Warga Manggarai Barat untuk Mewaspadai Pasang Laut Doc: Antara

Labuan Bajo - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pesisir di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang laut yang dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, pemukiman dekat pantai, dan membahayakan anak-anak.

"Untuk di wilayah Labuan Bajo diprakirakan tidak sampai banjir pesisir atau Rob," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.

Ia menjelaskan pasang laut yang diprakirakan terjadi di wilayah pesisir dan kepulauan di Manggarai Barat dipengaruhi oleh fenomena astronomi yaitu fenomena bulan purnama.

"Ketika pasang maksimum, beberapa daerah pesisir yang bentuk pantainya lebih landai kenaikan muka air laut yang sebenarnya cuma beberapa puluh centimeter bisa membuat air laut masuk lebih jauh ke daratan," katanya.

Ia mencontohkan pasang laut sangat dirasakan oleh pemukiman yang berada di dekat pantai seperti di wilayah Warloka Pesisir di Kecamatan Komodo.

"Perairan selatan tinggi gelombang masuk kategori tidak aman, angin cukup kencang, jadi selain faktor cuaca, jika bentuk pantai mendukung bisa terjadi genangan," katanya.

Sementara itu, peringatan dini banjir pesisir yang telah dikeluarkan BMKG berlaku untuk wilayah luas seperti pesisir Flores.

"Tapi, dampaknya tidak akan sama di semua titik, ada daerah pesisir yang mungkin merasakan genangan signifikan, ada juga yang nyaris tidak terlalu terdampak," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan wilayah pesisir yang relatif datar dinilai rentan terhadap pasang laut maupun banjir pesisir. Faktor lainnya yang memicu pasang laut dan banjir pesisir yakni jika terjadi hujan deras dan angin kencang.

"Pengaruh ombak besar bisa mendorong air lebih jauh, dan angin dari arah laut memperkuat dorongan air ke darat dan kalau semua faktor ini terjadi bersamaan dengan fase purnama atau fenomena astronomi maka gaya tarik gravitasi bulan dan matahari makin kuat, pasang menjadi lebih tinggi dari biasanya, dan risiko banjir rob meningkat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.