Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Tumbuh Lambat Jika Menkeu Terima Saran Bank Dunia Soal Liberalisasi

📅 Senin, 11 Agu 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Investasi angka-nya naik, tetapi kualitasnya makin turun. Kalau saran Bank Dunia soal liberalisasi ekonomi diterima Sri Mulyani, efeknya ekonomi akan tetap tumbuh lambat.

“Jadi Sri Mulyani harus punya jurus baru, bukan sekedar deregulasi dan berikan insentif fiskal jor-joran yang tidak tepat sasaran,”tegasnya.

Kuncinya kata Bhima, justru ke pengalihan insentif ke sektor berkelanjutan dan padat karya seperti energi terbarukan dan ekonomi restoratif. Sementara sektor berbasis ekstraktif seperti batubara diberi pajak yang lebih tinggi, dan izin ketat.

Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan penguatan sektor keuangan memang menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, terlebih dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan pembiayaan pembangunan.

“Selama ini kejelasan regulasi dan implementasinya juga menjadi faktor yang dipandang kerap menghambat investasi di Indonesia selain korupsi/pungutan liar (pungli),” kata Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.