Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rel Kereta Batu Bara Dumai-Inhu Diusulkan, Solusi Pemprov Riau Atasi ODOL

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rel Kereta Batu Bara Dumai-Inhu Diusulkan, Solusi Pemprov Riau Atasi ODOL Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Riau Abdul Wahid saat menyampaikan sambutan pada Riau Economic Forum di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau.

Pemerintah Provinsi Riau mengusulkan pembangunan jaringan rel kereta api angkutan barang untuk batu bara dari Kota Dumai ke Indragiri Hulu supaya jalan darat di daerah setempat tidak hancur akibat angkutan yang "over dimension over loading" (ODOL).

Gubernur Riau Abdul Wahid mengungkapkan hal tersebut saat kegiatan "Riau Economic Forum" di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau di Kota Pekanbaru, Jumat.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan Provinsi Riau memikul beban berat infrastruktur.

"Jalan yang harusnya bertahan 20 tahun dalam waktu 2 bulan sudah hancur akibat ODOL. Kami menghasilkan pendapatan domestik regional bruto yang besar tapi kami yang memikul beban berat infrastruktur," katanya.

Menurut dia, Riau harus didorong oleh infrastruktur karena letaknya yang strategis. Berada di tengah Pulau Sumatera membuatnya dilewati dari arah utara, barat, dan selatan.

Akan tetapi, lanjutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tidak cukup untuk itu meskipun menyumbang PDRB terbesar kedua di luar Jawa.

Untuk itu dia meminta bagi hasil tak harus uang tapi melalui produk seperti pembangunan infrastruktur.

Salah satunya pembangunan rel kereta api dari Kota Dumai menuju Kabupaten Indragiri Hulu untuk angkutan batubara yang sudah diusulkan kepada Menteri Investasi Republik Indonesia Rosan Roeslani.

Usulan tersebut disampaikan saat pertemuan bersama bupati dan wali kota se-Riau di Jakarta, Senin (5/5).

“Kami di Riau punya sumber daya alam seperti batu bara. Saya minta didorong adanya rel kereta api dari Dumai sampai ke Indragiri Hulu. Ini penting agar angkutan barang tidak membebani jalan kami yang sekarang rusak parah,” kata Wahid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.