Menteri P2MI Beri Saran agar Pelajar SMK di Labuan Bajo Jadi PMI Profesional
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Labuan Bajo - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding memberikan sejumlah saran bagi para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Labuan Bajo jika berminat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) harus secara prosedural guna menjamin keselamatan di luar negeri.
"Kenapa pekerja migran banyak mengalami kekerasan, karena mereka berangkat tidak ikut aturan atau non prosedural, kalau dia ikut aturan pasti tidak terjadi kekerasan, karena terdata oleh negara," katanya di Labuan Bajo, Kamis (7/8).
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menyampaikan hal tersebut saat memberikan kuliah umum bertajuk Migran Kompeten-Migrasi Aman Dari Vokasi Untuk Dunia bagi ratusan siswa SMKN 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menambahkan PMI yang berangkat dengan prosedur resmi akan mendapatkan perlindungan secara menyeluruh termasuk pemenuhan hak ketenagakerjaan.
Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para pelajar yang berminat untuk bekerja ke luar negeri agar meningkatkan kemampuan di bidang jasa atau pekerjaan yang akan ditekuni serta kemampuan bahasa asing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap, mental dan etika saat bekerja di negara tujuan.
"Kita harus memahami budaya negara tujuan, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, jangan coba-coba pergi ke negara orang tidak tahu negara orang ini kayak apa, kita harus tahu betul budayanya," katanya.
Ia juga menjelaskan bekerja di luar negeri dapat menjadi pilihan bagi para pelajar, karena terdapat banyak peluang seperti mendapatkan upah yang tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mencontohkan upah bagi perawat di Jepang mencapai Rp25 juta, sedangkan di Amerika dan Kanada berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta per bulan. Peluang kerja lainnya juga terdapat di sektor perikanan, jasa pelayanan dan sektor industri.
"Saya ingin menceritakan peluang kerja di luar negeri, di luar negeri sekarang ini istilahnya lagi penduduknya menua, di Jepang rata-rata umur orang tua 97-100 tahun ke atas, sementara anak-anak mudanya tidak mempunyai anak, sehingga Jepang tidak punya angkatan kerja produktif, dalam enam tahun mereka kekurangan angkatan kerjanya 900 ribu," jelasnya.
Selain upah yang tinggi, lanjut dia, keuntungan bekerja ke luar negeri lainnya bagi PMI adalah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, serta meningkatkan sikap dan mental.
"Keuntungan lainnya kita tambah teman internasional, jadi saat kembali ke sini, misalkan kerja di Jepang di bagian hotel, saat kerja di sini misalnya menjadi manajer hotel melalui jaringan di sana akan bantu pemasaran, karena ada teman internasional, jaringan internasional penting saat ini," katanya.
Menteri P2MI juga menjelaskan, PMI yang berangkat secara prosedural dan bekerja dengan profesional akan menjadi agen untuk mempromosikan citra Indonesia, keindahan alam, budaya dan keanekaragaman Indonesia.
"Kita bantu Indonesia di luar negeri dan bekerja dengan profesional, melayani dengan baik karena image orang Indonesia adalah ulet, sopan, ramah, jujur dan pekerja keras, ini sangat membantu," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!