Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kopdes Merah Putih di Kabupaten Cirebon Diarahkan Garap Sektor Pangan

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 18:32 WIB | Oleh:
Kopdes Merah Putih di Kabupaten Cirebon Diarahkan Garap Sektor Pangan Doc: antara foto
Ket. Bupati Cirebon, Imron

CIREBON - Bupati Cirebon Imron mengatakan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Cirebon, Jawa Barat (Jabar) akan diarahkan untuk menggarap sektor pangan dalam rangka membantu petani sekaligus sebagai upaya mengendalikan harga beras. Imron mengatakan dari 424 Kopdes Merah Putih yang sudah dibentuk di Kabupaten Cirebon, sebagian disiapkan untuk menyerap hasil panen petani khususnya dalam bentuk beras. “Cirebon ini kan banyak petani. Dengan adanya Kopdes Merah Putih, penyerapan beras dari petani bisa dilakukan koperasi,” kata Imron di Cirebon, Jumat (8/8). Menurut dia, dengan skema tersebut maka petani bisa mendapatkan harga layak, sementara masyarakat memperoleh pasokan pangan dengan harga stabil. Ia menyebutkan inflasi daerah tidak boleh terjadi akibat naiknya harga beras, apalagi Cirebon selama ini menjadi salah satu sentra produksi padi. Berdasarkan data, kata dia, produksi gabah kering giling (GKG) pada masa tanam pertama tahun ini sebanyak 271.558 ton dari luas panen 43.905 hektare. “Kami menilai kehadiran Kopdes Merah Putih, dapat berperan strategis dalam menstabilkan harga di pasar,” katanya. Selain beras, ia mengatakan program Kopdes Merah Putih juga disesuaikan dengan potensi unggulan di tiap desa. Imron mencontohkan desa dengan komoditas bawang, akan diarahkan mengembangkan produksi tersebut untuk mendukung ketahanan pangan lokal. “Pusat sudah mengarahkan agar ketahanan pangan dijaga sesuai kemampuan dan keunggulan masing-masing daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, dia menyebut saat ini ada lebih dari 735 koperasi aktif di Kabupaten Cirebon selain Kopdes Merah Putih. Pihaknya berkomitmen mendukung penguatan koperasi melalui pelatihan, pendampingan kelembagaan, akses permodalan, dan digitalisasi. "Koperasi yang kuat akan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata,” ujarnya. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem koperasi, Pemkab Cirebon juga tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (perda) tentang penguatan koperasi. Ia menjelaskan perda ini menjadi payung hukum agar koperasi tidak lagi berjalan parsial, tetapi terintegrasi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, BUMN, akademisi, dan media massa. “Kita sudah usulkan rancangan perda yang memuat arah kebijakan koperasi ke depan dan diharapkan dapat disahkan tahun ini,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Berlakukan Sanksi Baru p...

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.