IHSG Dibuka Melejit hingga 1,99 Persen Usai Rebalancing MSCI
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak pada awal perdagangan sesi I, Jumat (8/8/2025), seiring sentimen positif dari pengumuman hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Agustus 2025. IHSG menguat 149,01 poin atau 1,99 persen ke posisi 7.639,19 pada pembukaan, dengan pergerakan di kisaran 7.602–7.648 pada menit-menit awal transaksi.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 876,12 juta saham berpindah tangan di pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp579,39 miliar melalui 88.383 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 178 saham terpantau menguat, 173 saham melemah, dan 230 saham tidak mengalami perubahan harga. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan tajam pada sejumlah saham yang masuk daftar MSCI.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) langsung mencatatkan kenaikan signifikan di awal perdagangan. Saham CUAN naik 17,12 persen dan PTRO menguat 12,5 persen, menjadikan keduanya berada di posisi teratas daftar top gainers. Kenaikan tersebut mencerminkan minat beli yang tinggi dari investor pasca-pengumuman MSCI.
Kinerja positif juga terlihat pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah melesat 20 persen. Selain itu, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat 18,62 persen dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) naik 17,48 persen, melengkapi daftar lima besar saham dengan kenaikan tertinggi pada sesi awal.
Director PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menjelaskan bahwa saham-saham yang masuk daftar MSCI biasanya mengalami peningkatan likuiditas. Menurutnya, hal ini membuat saham-saham tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar dan manajer investasi untuk menambah bobot portofolio mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika dilihat dari saham-saham di IDX yang masuk terlihat likuiditasnya yang cenderung meningkat. Maka dari itu, tentunya dengan masuknya saham-saham tersebut dapat menjadi acuan bagi pelaku pasar maupun pengelola fund untuk meningkatkan bobot investasinya pada saham-saham tersebut,” ujar Reza.
Reza menambahkan, tren kenaikan harga saham yang masuk ke dalam bobot MSCI biasanya terjadi pada periode awal setelah pengumuman. Setelah itu, pergerakan harga akan kembali mengikuti sentimen fundamental dan teknikal masing-masing emiten.
“Saham-saham yang masuk tentunya sudah di screening oleh MSCI dan menjadi pilihan investasi bagi asing dan juga dapat menjadi pilihan bagi pelaku pasar dalam negeri,” paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sentimen positif dari rebalancing MSCI ini menjadi katalis penguatan IHSG di tengah beragam faktor eksternal yang memengaruhi pasar. Para analis memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek akan dipengaruhi oleh rotasi portofolio investor global yang menyesuaikan komposisi asetnya dengan indeks MSCI.
Lonjakan harga pada saham-saham yang masuk MSCI diharapkan memberi kontribusi terhadap peningkatan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, pergerakan berikutnya tetap akan bergantung pada kinerja masing-masing emiten serta dinamika pasar global dan domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!