Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP Taskin Sarankan Sarjana Menganggur Manfaatkan Peluang Kerja di SPPG

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 22:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
BP Taskin Sarankan Sarjana Menganggur Manfaatkan Peluang Kerja di SPPG Doc: ANTARA
Ket. Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko

JAKARTA – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyarankan para sarjana yang hingga kini masih menganggur untuk memanfaatkan peluang kerja menjadi tenaga yang berkontribusi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, di tengah struktur industri nasional maupun global yang mulai berubah dan menyebabkan keahlian-keahlian tertentu mulai tergantikan oleh akal imitasi (AI), pemerintah berupaya membuka lapangan kerja dengan program-program masif berskala besar yang membutuhkan keahlian lebih dari sekadar teknologi karena pendekatannya lebih kepada manusia.

"Ada program-program yang bisa sangat membutuhkan tenaga kerja dari para sarjana yang menganggur, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat masif, 82 juta orang artinya sarjana-sarjana ini bisa turun, mulai mau turun ke kampung, baik di desa maupun kota, atau di daerah-daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), juga di kantong-kantong kemiskinan, tempat di mana SPPG berdiri," kata Budiman di Jakarta, Kamis (07/8).

Ia menegaskan dapur-dapur atau SPPG yang sudah terbangun tersebut tentu membutuhkan ahli gizi, ahli manajemen, ahli administrasi, hingga butuh ahli akuntansi untuk operasional sehari-hari.

"Sarjana-sarjana yang menganggur itu sebaiknya terlibat di dalam program-program masif berskala besar yang diselenggarakan oleh pemerintah seperti MBG, Sekolah Rakyat itu menurut saya membutuhkan sarjana-sarjana itu, jadi tidak berpikir bahwa harus kerja di pabrik atau instansi pemerintah, tetapi bekerja di pusat-pusat pemenuhan gizi tadi," ujar dia.

Ia juga mengemukakan pentingnya upskilling dan reskilling bagi para sarjana agar mendapatkan ilmu-ilmu baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini.

"Memang struktur industri nasional maupun global itu mulai berubah banyak sekali. Keahlian-keahlian dan keilmuan yang membuat orang-orang itu jadi sarjana itu ternyata sudah mulai tergantikan oleh AI atau robot sehingga kemudian kebutuhan-kebutuhan akan keahlian-keahlian atau ilmu-ilmu mereka di perguruan tinggi juga menjadi kehilangan relevansinya, mau enggak mau harus diadakan reskilling dan upskilling, artinya dilatih kembali dengan ilmu baru yang lebih relevan," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.