Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cetak Sawah Jadi Alasan, Kementrans Gerakkan Transmigrasi Lokal di Pedalaman!

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cetak Sawah Jadi Alasan, Kementrans Gerakkan Transmigrasi Lokal di Pedalaman! Doc: Antara
Ket. Ilustrasi- Kawasan transmigrasi.

JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan program transmigrasi yang dijalankan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di kawasan Sungai Baru dan Pulau Nibung, Kabupaten Sukamara, merupakan bentuk transmigrasi lokal yang dirancang secara partisipatif dan berbasis kebutuhan daerah.

Program ini secara eksklusif melibatkan warga setempat sebagai peserta, guna memastikan integrasi sosial yang lebih kuat sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah daerah dalam mencetak lahan sawah baru.

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementrans dan Kementerian Pertanian (Kementan), yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan-lahan potensial di daerah.

Dengan melibatkan transmigran lokal, program ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, sekaligus meminimalkan risiko gesekan sosial yang kerap muncul dalam skema transmigrasi konvensional.

Model transmigrasi lokal ini menjadi cerminan pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan kontekstual, dengan memadukan pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan lahan, serta peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Bulan November dan Desember akan ditempatkan transmigran lokal. Sekali lagi kami tegaskan, ini memberdayakan masyarakat lokal, bukan mendatangkan warga luar provinsi Kalimantan Tengah,” jelas Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementrans Sigit Mustofa Nurudin di Jakarta, Rabu (6/8).

Ia menyampaikan saat ini tidak ada lagi penempatan transmigran dari luar provinsi ke wilayah Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan program transmigrasi kini sudah bertransformasi dan tidak serta-merta memindahkan warga dari provinsi lain seperti dulu.

Permintaan program transmigrasi kini murni berbasis bottom-up atau dari bawah ke atas. Pemerintah daerah menjadi pengusul dan pelaksana utama, sementara pemerintah pusat hanya mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan dan permintaan daerah.

“Kebijakan pemerintah sudah sejalan dengan aspirasi masyarakat. Tidak ada lagi transmigran dari luar provinsi didatangkan ke Kalimantan Tengah. Program ini sekarang berbasis kawasan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar Sigit.

Ia mengatakan pihaknya kini justru mengedepankan revitalisasi kawasan transmigrasi yang sudah ada melalui rehabilitasi sarana dan prasarana, seperti perbaikan jalan lingkungan, fasilitas air bersih, sekolah, dan pos kesehatan.

Kementrans juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan, kewirausahaan, serta pendampingan usaha bagi masyarakat transmigran.

Selain itu, pemerintah pusat pun mendorong pengembangan ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil, serta penguatan kelembagaan ekonomi seperti koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan transmigrasi.

“Informasi yang beredar masih bercampur dengan persepsi transmigrasi zaman dahulu. Padahal sejak UU Nomor 29 Tahun 2009, pembangunan transmigrasi diarahkan berbasis kawasan, bukan hanya sekadar perpindahan penduduk,” kata Sigit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

11 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.