Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampanye Olah Sampah lewat Festival Sepekan Pilah Sampah

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Kampanye Olah Sampah lewat Festival Sepekan Pilah Sampah Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Festival Sepekan Pilah Sampah di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi.

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengampanyekan bijak mengolah sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) lewat Festival Sepekan Pilah Sampah.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, Selasa, mengatakan Festival Sepekan Pilah Sampah kali ini dipusatkan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi yang selama ini dikenal sebagai salah satu kelurahan yang sangat perhatian pada masalah sampah.

"Di kelurahan ini memiliki pengolahan sampah yang diberi nama Omah Olah Sampah yang dikelola oleh warga setempat," ujarnya.

Menurut Mujiono, sampah adalah masalah serius yang perlu mendapat perhatian banyak pihak dan sampah telah menjadi isu global, dan perlu mendapat penanganan serius.

Salah satu hal yang bisa dilakukan, lanjutnya, setiap keluarga mulai membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

"Banyuwangi menghasilkan sekitar 300 ribu ton sampah per tahun, sebagian besar dari rumah tangga. Kalau kita pilah dari rumah, insya Allah 50 persen sampah tidak perlu ke TPA," kata Mujiono.

Ia menyampaikan Kelurahan Bakungan menjadi salah satu wilayah yang memiliki inovasi dan kepedulian tinggi dalam pengelolaan sampah dan upaya yang dilakukan warga Bakungan patut menjadi contoh bagi kelurahan/desa lain di Banyuwangi.

"Bakungan ini luar biasa, memiliki bank sampah, bahkan sudah memanfaatkan teknologi untuk mencatat tabungan sampah warga. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah bisa berjalan efektif kalau ada dorongan bersama dari warganya," kawa Wabup Mujiono.

Di Kelurahan Bakungan juga memiliki inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi, yakni "ABank Sayang" (Aplikasi Bank Sampah Masyarakat Bakungan).

Aplikasi ini mencatat tabungan sampah warga secara digital, mulai dari pendaftaran, penimbangan hingga konversi menjadi saldo yang bisa ditukar dengan hadiah menarik.

Warga cukup memilah sampah organik, anorganik, dan residu di rumah, lalu membawanya ke tempat Omah Olah Sampah untuk ditimbang dan dicatat oleh petugas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.