Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aktivitas Smelter dan Ekspor Dukung Pertumbuhan Ekonomi NTB

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Aktivitas Smelter dan Ekspor Dukung Pertumbuhan Ekonomi NTB Doc: ANTARA/HO-BPS NTB
Ket. Kepala BPS NTB Wahyudin (kiri) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat triwulan II 2025 di Kantor BPS NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (5/8).

MATARAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari kuartal ke kuartal pada triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen yang didorong aktivitas industri pengolahan mineral dan ekspor.

"Pertumbuhan itu menunjukkan kapasitas produksi daerah mulai pulih dan tumbuh, khususnya setelah beroperasinya fasilitas smelter di Sumbawa Barat," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Selasa.

Sektor industri pengolahan tumbuh pesat sebesar 37,69 persen dan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulanan. Hal itu didorong oleh aktivitas pemurnian mineral oleh PT Amman Mineral Industri (AMIN) di Kabupaten Sumbawa Barat, katanya, menjelaskan. 

Menurut dia, di sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mengalami kenaikan sebesar 26,62 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun, secara tahunan komponen itu tetap terkontraksi hingga minus 40,02 persen.

Ekonomi Nusa Tenggara Barat masih mencatatkan kondisi kontraksi minus 0,82 persen secara tahunan akibat penurunan sektor pertambangan dan penggalian. Produksi tembaga tercatat anjlok 57 persen sejak dihentikannya ekspor konsentrat mentah oleh pemerintah pusat.

Kategori administrasi pemerintahan juga mengalami kontraksi karena belanja pegawai turun dari Rp3,2 triliun menjadi Rp2,9 triliun, menyusul realisasi Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah dibayarkan pada triwulan sebelumnya.

Meski demikian, BPS mencatat sebanyak 15 dari 17 lapangan usaha justru mencatat pertumbuhan positif. Penyediaan akomodasi dan makan serta minum tumbuh sebesar 17,83 persen didorong oleh peningkatan wisatawan dan okupansi hotel yang naik tajam.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang menyumbang 23,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,80 persen ditopang oleh naiknya produksi padi sebesar 5,86 persen secara tahunan.

Konsumsi rumah tangga naik sebesar 2,89 persen secara kuartal ke kuartal menandakan daya beli masyarakat mulai pulih. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatat kenaikan sebesar 1,08 persen menjadi indikator kepercayaan pelaku usaha.

BPS memandang dengan struktur produk domestik regional bruto yang semakin seimbang antara sektor tradisional dan industri baru, NTB menunjukkan arah pemulihan ekonomi yang kuat meskipun tetap menghadapi risiko kontraksi eksternal dari sektor tambang dan ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.