Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASEAN Susun Profil Karbon Biru dan Skema Pendanaan Biru Regional

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN Susun Profil Karbon Biru dan Skema Pendanaan Biru Regional Doc: Antara
Ket. Peserta ASEAN Regional Workshop on Blue Carbon and Finance Profiling, di Bappenas, Jakarta, Kamis (27/11).

Jakarta - ASEAN bersama Program Pembangunan PBB (UNDP) menggelar lokakarya regional untuk memfinalkan penyusunan profil karbon biru dan pendanaan biru pertama di kawasan.

Kegiatan ini mempertemukan para pakar dari berbagai negara ASEAN guna merumuskan basis data dan analisis yang akan menjadi rujukan kebijakan ekonomi biru.

Deputi Menteri Bidang Pengembangan Makro Bappenas, Eka Chandra Buana, pada Kamis (27/11), menegaskan bahwa penguatan karbon biru dan pendanaan biru merupakan pilar penting dalam agenda ekonomi biru ASEAN.

Ia mengatakan lokakarya ini menunjukkan bagaimana negara-negara kawasan dapat bekerja secara kolektif untuk memperkuat pengetahuan bersama dan mengembangkan pendekatan pembangunan berkelanjutan.

Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menyoroti kuatnya kolaborasi ilmiah di balik proses penyusunan profil.

UNDP mencatat bahwa lokakarya diikuti oleh 30 pakar teknis dari 11 negara anggota ASEAN. Pant menyebut upaya profiling ini melibatkan 98 pakar dari 35 institusi akademik dan riset di seluruh ASEAN dan Timor-Leste, yang membentuk komunitas ilmiah signifikan bagi kawasan.

Lokakarya yang berlangsung pada 27–28 November itu dirancang sebagai sesi kerja intensif untuk mematangkan draf, menguji asumsi, serta mengidentifikasi keterkaitan antara analisis karbon dan pendanaan.

Para peserta juga menelaah metodologi pengumpulan data, meninjau pendekatan analitis, dan menyusun sebelas profil karbon biru serta sebelas profil pendanaan biru tingkat nasional, dilengkapi dua profil pendukung di level regional.

Seluruh profil dijadwalkan diluncurkan pada Maret 2026. Dokumen ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas bagi pemerintah tentang aset karbon biru dan kebutuhan pendanaannya, sehingga dapat menjadi dasar penguatan kebijakan ekonomi biru.

Pemerintah Jepang, melalui inisiatif Japan-ASEAN Blue Economy Cooperation, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi biru di kawasan.

Deputy Chief of Mission, Mission of Japan to ASEAN, Chujo Kazuo, menyatakan bahwa Jepang memandang penting kolaborasi dengan mitra regional dan para ahli lokal.

Menurutnya, keahlian harus berakar pada pengetahuan lokal dan kebijakan dibentuk melalui kepemilikan regional. Ia menambahkan bahwa pekerjaan ini kompleks, namun memiliki dampak potensial yang besar.

Melalui proyek tersebut, negara-negara kawasan mengambil langkah penting untuk melindungi ekosistem vital, memperkuat ketahanan iklim, menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, serta menjaga kemakmuran dan keamanan regional.

“Pekerjaan ini kompleks, namun dampak potensialnya sangat besar. Melalui proyek ini, kita mengambil langkah penting untuk melindungi ekosistem vital, memperkuat ketahanan iklim, menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, serta menjaga kemakmuran dan keamanan kawasan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.