Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau SDM Jadi Beban, Kemnaker Dorong Vokasi jadi Solusi

📅 Senin, 04 Agu 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau SDM Jadi Beban, Kemnaker Dorong Vokasi jadi Solusi Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, usai membuka pelatihan PBL, di BBPVP Kota Serang, Banten, Senin (4/8/2025).

SERANG – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan serangkaian skema pelatihan vokasi baru untuk mendukung program-program pemerintah dan percepatan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, di Serang, Banten, Senin (4/8), menyatakan pihaknya terus melakukan inovasi program di luar Project Based Learning (PBL) yang telah dirintis sebelumnya.

"Kami dari Kemnaker terus mendorong pelatihan vokasi. Selain PBL, kami juga terus memperbaiki skema pelatihan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto," ujarnya, usai membuka pelatihan PBL di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Serang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa program unggulan tersebut di antaranya adalah Pelatihan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Dari 80 ribu koperasi yang sudah dibentuk, kesuksesannya tergantung pada SDM-nya. Oleh karena itu, pelatihan koperasi menjadi prioritas," ujarnya pula.

Selain itu, Kemnaker juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melatih 56 orang tenaga pengolah makanan dan akan terus mengembangkannya.

Kemnaker juga akan segera meluncurkan Skema Sertifikasi Ahli Produktivitas dengan target awal 500 orang untuk membantu meningkatkan produktivitas di dunia industri.

"Manfaatkan skema pelatihan ini karena kompetensi menjadi kunci untuk sukses dan dapat bersaing di dunia kerja," katanya pula.

Menaker menambahkan bahwa transformasi di setiap Balai Latihan Kerja (BLK) telah dilakukan untuk membuka kesempatan pelatihan yang lebih luas. Ia menargetkan bisa melatih 1 juta pekerja dalam satu tahun dengan menjadikan balai sebagai pusat pengembangan keahlian (skill).

Pihaknya juga mempersilakan pemerintah kabupaten dan kota (pemkab/pemkot) untuk memanfaatkan fasilitas BLK sebagai pusat pengembangan vokasi di daerah masing-masing.

"Silakan pemkab dan pemkot manfaatkan balai kami untuk menjadi pusat pengembangan vokasi demi menciptakan tenaga kerja yang mandiri. Semoga tahun ini bisa direalisasikan dan pada 2026 jumlahnya bisa kami masifkan agar terus bertambah," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.