Russia Batalkan Peringatan Tsunami untuk Kamchatka
📅 Senin, 04 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KRONOTSKY NATURE RESERVE
MOSKWA - Kementerian Layanan Darurat Russia pada Minggu (3/8) mencabut peringatan tsunami untuk Semenanjung Kamchatka setelah gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) melanda Kepulauan Kuril di dekatnya.
Kementerian sebelumnya mengatakan melalui aplikasi pesan Telegram bahwa tinggi gelombang diperkirakan rendah namun memperingatkan masyarakat untuk menjauh dari pantai.
Sistem Peringatan Tsunami Pasifik, yang mengukur kekuatan gempa sebesar 7,0 SR, menyatakan bahwa tidak ada peringatan tsunami setelah gempa tersebut. Survei Geologi Amerika Serikat juga menyatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,0 SR.
“Semalam, Gunung berapi Krasheninnikov di Kamchatka meletus untuk pertama kalinya dalam 600 tahun,” kantor berita negara Russia RIA dan para ilmuwan melaporkan pada Minggu.
Kedua insiden tersebut dapat dihubungkan dengan gempa bumi dahsyat yang mengguncang Timur Jauh Russia pekan lalu, yang memicu peringatan tsunami hingga ke Polinesia Prancis dan Cile, dan diikuti oleh letusan Klyuchevskoy, gunung berapi paling aktif di Semenanjung Kamchatka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepulauan Kuril membentang dari ujung selatan Semenanjung Kamchatka. Para ilmuwan Russia telah memperingatkan pada Rabu (30/7) lalu bahwa gempa susulan yang kuat mungkin terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa pekan ke depan.
"Ini adalah letusan Gunung Krasheninnikov pertama yang terkonfirmasi secara historis dalam 600 tahun," ujar Olga Girina, kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka, seperti dikutip RIA.
Di saluran Telegram Institut Vulkanologi dan Seismologi, Girina mengatakan bahwa efusi lava terakhir Krasheninnikov terjadi dalam 40 tahun sejak 1463, dan tidak ada letusan yang diketahui sejak itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Layanan Darurat Russia Cabang Kamchatka mengatakan bahwa kolom abu setinggi 6.000 meter telah tercatat setelah letusan gunung berapi tersebut. Gunung berapi itu sendiri memiliki ketinggian 1.856 meter.
"Awan abu telah bergerak ke arah timur, menuju Samudra Pasifik. Tidak ada area berpenduduk di sepanjang jalurnya," demikian pernyataan kementerian itu melalui Telegram.
Letusan gunung berapi tersebut juga telah menyalakan sinyal kode penerbangan oranye, yang menunjukkan meningkatnya risiko bagi pesawat, kata kementerian. CNA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!