Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara OPEC+ Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak 547.000 Barel per Hari

📅 Senin, 04 Agu 2025, 12:02 WIB | Oleh:
Negara-negara OPEC+ Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak 547.000 Barel per Hari Doc: AP
Ket. Logo Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria, 3 Maret 2022.

NEW YORK - Sekelompok negara pengekspor minyak OPEC+ telah sepakat untuk meningkatkan produksi, sebuah langkah yang diyakini sebagian orang dapat menurunkan harga minyak dan bensin.

Associated Press melaporkan, Kelompok tersebut bertemu secara virtual pada hari Minggu (3/8) dan mengumumkan bahwa delapan negara anggotanya akan meningkatkan produksi minyak sebesar 547.000 barel per hari pada bulan September.

Negara-negara yang meningkatkan produksi, termasuk Arab Saudi, Russia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, telah berpartisipasi dalam pemangkasan produksi sukarela, yang awalnya dilakukan pada bulan November, dan dijadwalkan akan dihapuskan secara bertahap pada bulan September 2026. Pengumuman ini berarti pemangkasan produksi sukarela akan berakhir lebih cepat dari jadwal.

Menteri Perminyakan Kuwait Tariq Al-Roumi memuji keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak, dan mengatakan hal itu mencerminkan koordinasi yang bertujuan untuk memastikan stabilitas pasar minyak.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Al-Roumi mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada "analisis menyeluruh terhadap data pasar, termasuk produksi, inventaris, dan ekspektasi masa depan".

Langkah ini menyusul keputusan OPEC+ pada bulan Juli yang meningkatkan produksi sebesar 548.000 barel per hari pada bulan Agustus. OPEC menyatakan penyesuaian produksi dapat ditunda atau dibatalkan seiring perkembangan kondisi pasar.

Ketika produksi meningkat, harga minyak dan bensin kemungkinan akan turun. Namun, minyak mentah Brent, yang dianggap sebagai patokan global, telah diperdagangkan mendekati 70 dollar AS per barel. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh potensi hilangnya minyak Russia di pasar dan lonjakan stok minyak mentah di Tiongkok, menurut perusahaan riset Clearview Energy Partners.

"Presiden Trump tampaknya belum mengendurkan ancamannya untuk memberikan sanksi kepada energi Russia jika Kremlin tidak mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina pada 7 Agustus, kemungkinan melalui 'tarif sekunder' terhadap pembeli," ujar Clearview Energy Partners dalam catatan analis pada hari Minggu.

Kedelapan negara akan bertemu lagi pada 7 September, kata OPEC dalam rilis berita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.