Pemberian ASI Nasional Harus Diperkuat Lewat Peran Aktif Semua Elemen Bangsa
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 20:58 WIB | Oleh: Tim PenulisHal-hal seperti ini dapat dicegah oleh peran dan inisiatif media untuk menghadirkan informasi-informasi berimbang dan mengentaskan mitos tentang pemberian ASI dengan demikian pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir di Indonesia tentunya bisa meningkat seiring dengan informasi yang beredar merupakan informasi berbasis fakta.
Ketua Satgas ASI IDAI itu juga menyebutkan inisiatif yang bisa dilakukan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan mengedukasi masyarakat dan ibu menyusui sehingga pemberian ASI nasional bisa lebih maksimal lagi ke depannya.
Pemberian edukasi tentang menyusui ASI harus dilakukan secara berkesinambungan bahkan sejak dalam masa kehamilan dan tidak hanya dilakukan saat ibu sudah melahirkan.
"Sejak antenatal (saat kehamilan) itu kita harus memberikan edukasi ke ibu-ibu, paling tidak mereka mendapat bekal dan tahu jika pada hari pertama melahirkan ASI itu belum keluar tidak apa-apa, itu memang suatu proses fisiologis. Akan tetapi bayi harus tetap disusui supaya hormonnya yang memproduksi ASI bisa naik," jelas Naomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika mengikuti panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maka setidaknya ada beberapa momen untuk tenaga kesehatan terus memberikan dukungan edukasi kepada para ibu agar menyukseskan pemberian ASI eksklusif.
Momen-momen itu pada saat kehamilan (antenatal), setelah melahirkan, pada saat pemberian MPASI, hingga pada saat ibu harus kembali bekerja jika ibu tersebut bekerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!