Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberian ASI Nasional Harus Diperkuat Lewat Peran Aktif Semua Elemen Bangsa

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 20:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberian ASI Nasional Harus Diperkuat Lewat Peran Aktif Semua Elemen Bangsa Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Satgas ASI IDAI Dr.dr. Naomi Esthernita F.D., Sp.A, Subsp.Neo(K)

Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Naomi Esthernita F.D., Sp.A, Subsp.Neo(K) mengatakan sejumlah inisiatif bisa dilakukan pemerintah, tenaga kesehatan, media massa, hingga masyarakat untuk meningkatkan pemberian air susu ibu (ASI) secara nasional.

Inisiatif-inisiatif itu disampaikan bertepatan dengan momen peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2025 yang jatuh pada awal Agustus, belum optimalnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada bayi berusia 0-6 bulan.

"Sebagai pemegang keputusan regulasi, pemerintah juga punya peran penting terutama dalam regulasi cuti melahirkan enam bulan, penegakan kode internasional (untuk pemasaran produk pengganti ASI ), dan dalam pendirian ruang laktasi di tempat kerja serta di ruang publik," kata Naomi dalam acara seminar bertajuk "Prioritas Menyusui:Membangun Sistem Dukungan Berkelanjutan" yang diikuti, Ahad.

Adapun cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia sendiri masih terbilang belum optimal, survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2022 menunjukkan cakupan pemberian ASI baru dilakukan oleh 52,5 persen penduduk.

Padahal target nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan pemberian ASI eksklusif seharusnya bisa mencapai lebih dari 70 persen.

Maka dari itu, Naomi mengingatkan pemerintah perlu mengambil inisiatif untuk menegaskan kebijakan yang berpihak pada ibu menyusui agar cakupan pemberian ASI nasional meningkat.

Hal itu tidak hanya menyangkut pemberian izin cuti melahirkan yang baiknya bisa dimaksimalkan hingga enam bulan, tapi juga dalam hal penegasan penyediaan fasilitas-fasilitas publik yang mendukung seperti ruang laktasi yang memadai.

Kedua hal tersebut diyakini bisa membantu ibu untuk menjaga ritme kerjanya baik sebagai seorang ibu maupun sebagai pekerja setelah cuti melahirkan selesai.

"Karena kalau tidak ada tempat memerah ASI sehingga putus pemberian ASI eksklusif, risiko anaknya lebih gampang sakit. Kalau ibunya sakit akhirnya tidak masuk (bekerja), lebih rugi lagi dibandingkan jika diberikan waktu dan fasilitas untuk memerah ASI, jadi ini peran pemerintah," katanya.

Selanjutnya, inisiatif untuk meningkatkan angka pemberian ASI secara nasional juga bisa didukung masyarakat umum dengan mau menerima edukasi yang juga diterima ibu menyusui.

Masyarakat umum yang terdiri dari keluarga hingga lingkungan pertemanan yang dimiliki ibu menyusui, perlu turut ambil bagian dalam memberikan dukungan emosional kepada ibu yang sedang menyusui agar memiliki kepercayaan diri saat menyusui.

"Jadi solidaritas komunitas yang mendukung ibu dan bayi ini benar-benar penting. Masyarakat umum harus ada di belakang ibu, artinya yang benar-benar mendukung, karena sebenarnya menyusui itu bukan hanya tugas ibu namun dukungan dari semua pihak," kata dokter yang juga tergabung dalam American Breastfeeding Medicine itu.

Doktor lulusan Universitas Indonesia itu menyebut, media massa juga dapat berperan dalam meningkatkan pemberian ASI secara nasional dengan memastikan peredaran informasi terkait kampanye menyusui berbasis bukti.

Saat ini praktik promosi produk pengganti ASI, lanjut dia, kerap mengaburkan fakta-fakta penting tentang manfaat ASI yang seharusnya menjadi asupan prioritas bagi bayi khususnya yang baru lahir dan sering kali akhirnya orang tua yang tidak teredukasi memilih untuk tidak memberikan ASI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Matangkan ...

Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.