Pelayat Mulai Penuhi Rumah Duka Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 19:35 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
JAKARTA - Kedukaan menyelimuti rumah duka di mana jenazah Marsekal Pertama TNI Fajar “Red Wolf” Adriyanto disemayamkan, di Jalan Trikora XI Nomor K-14, Kompleks TNI AU Trikora, di kawasan Pancoran, Jaksel.
Para pelayat hadir silih berganti sejak siang hari hingga petang hari menjelang malam.
“Beliau atasan yang sangat dekat dengan kami, anak buahnya. Sangat dekat, bahkan menganggap kami sebagai anaknya sendiri, misalnya saat COVID-19 melanda satu persatu kami ditelefon untuk memastikan keadaan kami bagaimana,” kata salah satu mantan anggotanya di Dinas Penerangan TNI AU, Lena Satriyati, yang ditemui di antara pelayat, Minggu petang.
Ia menyatakan, berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan masing-masing anggota keluarga anggota Dinas Penerangan TNI AU yang dipimpin Fajar itu mencerminkan betapa serius sang atasan itu memperhatikan para anggotanya. “Beliau tidak membedakan status anggotanya, sama semua bahwa semua harus sehat walafiat,” katanya.
Di antara ratusan pelayat yang hadir adalah mantan Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo dan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Asisten Intelijen Kepala Staf TNI AU, Marsekal Muda TNI Untung Surapati, dan banyak lagi pejabat militer dari ketiga angkatan TNI, baik yang masih aktif ataupun sudah purnawira.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, salah satu kawan satu angkatan almarhum di Akademi Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Aldrin Petrus Mongan, yang juga melayat, mengemukakan kenangannya bersama almarhum, bahwa kawannya itu seorang dengan pemikiran yang sangat progresif dan inovatif.
Menurut rencana, jenazah dan keluarga yang berduka akan berangkat ke Probolinggo, di mana jenazah almarhum akan dimakamkan besok siang. Almarhum Fajar “Red Wolf” Adriyanto meninggalkan seorang istri, Dewi Kurnia, dan dua anak, Naufal F Sandy Kusuma dan Akmal F Randy Kusuma.
Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan AAU 1992 dan penerbang tempur F-16 Fighting Falcon dengan call sign “Red Wolf”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam karier militernya, ia pernah menjadi komandan Skuadron Udara 3, komandan Pangkalan Udara TNI AU Manuhua, kepala Dinas Penerangan TNI AU, kepala Puspotdirga, asisten Potdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir kepala Poksahli Kodiklatau.
Ia dikenal para atasan, sejawat, dan para anak buahnya sebagai sosok berdedikasi tinggi dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI AU, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa udara dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di Pulau Bawean.
Puluhan karangan bunga hadir di jalan-jalan menuju rumah duka, di antaranya dari Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, dan juga berbagai komunitas pegiat dan pengkaji pertahanan, di antaranya Jakarta Defence Society.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!