Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendakian Gunung Halau-halau tutup terkait tradisi Dayak Basambu Umang

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Pendakian Gunung Halau-halau tutup terkait tradisi Dayak Basambu Umang Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Puncak tertinggi Pegunungan Meratus di Gunung Halau-Halau, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Hulu Sungai Tengah, Kalsel -- Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Halau-Halau Desa Hinas Kiri Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan menutup sementara aktivitas pendakian di gunung itu karena akan dilaksanakan tradisi suku Dayak Meratus 'Basambu Umang'.

“Tradisi Basambu Umang merupakan tradisi suku Dayak penduduk setempat untuk menolak bala (bencana) agar desa ini selalu dalam lindungan,” kata Ketua Pokdarwis Gunung Halau-Halau Rudinor di Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Senin.

Dia menyebutkan aktivitas pendakian di Gunung Halau-Halau yang merupakan puncak tertinggi di provinsi ini, akan ditutup mulai 17 Januari 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.

"Tradisi Basambu Umang merupakan tradisi yang harus dilaksanakan setiap tahun oleh penduduk Suku Dayak di Desa Hinas Kiri,” ujarnya.

Tradisi adat suku Dayak Meratus tersebut akan berlangsung pada tanggal 19-20 Januari 2025 di Balai Kiyu Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Selain pelaksanaan tradisi suku Dayak Meratus, kata dia, pendakian gunung juga masih ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan karena akan dilaksanakan pembersihan jalur serta pemeliharaan flora dan fauna.

Setelah pelaksanaan tradisi suku Dayak, pihaknya juga akan mengevaluasi sistem pendakian di Gunung Halau-Halau yang melibatkan banyak orang, khususnya yang berkaitan dengan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

“Kami meminta para pendaki maupun pengunjung dapat memahami dan menghormati keputusan ini karena telah disepakati pengelola dan tokoh masyarakat adat melalui musyawarah,” ujar Rudinor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.