Pemkab Pasaman Barat Siapkan Tim Pantau Pertumbuhan Balita
📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 20:46 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Altas Maulana.
Simpang Empat, Sumbar -- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiapkan tim untuk melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita yang akan dilaksanakan dalam bulan ini.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pasaman Barat Sifrowati Yulianto di Simpang Empat, Sabtu, mengatakan pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi mengenai persiapan pemantauan balita di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pasaman Barat, Jumat (1/8).
Dia mengharapkan keseriusan semua pihak dalam pelaksanaan bulan pemantauan pertumbuhan balita yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun ini.
Menurutnya selain personel dari kabupaten, pemantauan juga akan dilakukan oleh camat, wali nagari (kepala desa), jorong, puskesmas dan para kader posyandu.
"Kita berharap para petugas mempunyai kiat-kiat khusus untuk menghadirkan sasaran posyandu. Misalnya memberikan door prize, pembagian bantuan pada saat posyandu atau kegiatan yang memicu sasaran untuk berkunjung ke posyandu. Dengan demikian diharapkan kehadiran sasaran bisa meningkat," harapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengharapkan para kader posyandu bersama puskesmas bisa menyampaikan data yang terpercaya serta pengentrian yang benar pada aplikasi elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masarakat (e-PPGBM).
Sebab, kata dia, data tersebut akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penanganan stunting oleh pemerintah.
Pelaksana tugas Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri memaparkan pentingnya kualitas data dalam perencanaan kebijakan daerah.
Dia menyebutkan angka prevalensi stunting di Pasaman Barat tahun 2024 menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terdapat penurunan 3,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Artinya, angka prevalensi stunting Pasaman Barat turun dari 29,7 persen menjadi 26,6 persen.
Bahkan menurut data e-PPGBM bulan Februari 2025 angka prevalensi stunting Pasaman Barat sudah mencapai angka 13,33 persen.
"Capaian penurunan yang signifikan ini tentunya hasil kerja keras semua pihak yang telah berkolaborasi dengan baik," katanya.
Dia menjelaskan ada 202 balita stunting di Pasaman Barat dengan status miskin. Begitu pula data ibu hamil yang miskin ada sebanyak 344 orang.
Data tersebut diperoleh dari sanding data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) yang dikeluarkan Kemenko PMK dengan data e-PPGBM dan data Ibu hamil (e-Kohor). Kesemua data tersebut tentunya perlu ditangani dengan baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!