Ekspedisi Uang Negara: BI Maluku Tembus Batas Terluar Indonesia
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/John Soplanit
AMBON - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku bekerja sama dengan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem pembayaran nasional di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Kegiatan ini tidak sekadar mendistribusikan uang rupiah yang layak edar, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat di daerah perbatasan tetap memiliki akses yang setara terhadap alat pembayaran sah negara.
Dalam konteks ekonomi regional, ekspedisi ini berperan penting menjaga stabilitas nilai tukar domestik dan mendukung inklusi keuangan, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur perbankan.
Kolaborasi antara otoritas moneter dan militer laut ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan maritim strategis.
"Ekspedisi menggunakan kapal KRI Bawal 875 mengunjungi lima pulau di Maluku yaitu Pulau Ambalau, Buano, Seram/ Siritaun Wida Timur, Pulau Heniar, dan Kilmuri dengan membawa uang tunai Rp5 miliar," kata Kepala Perwakilan BI Maluku Mohamad Latif di Ambon, Jumat (1/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelepasan ekspedisi dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Fanath, Komandan Lantamal IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Suwandi, serta jajaran Gugus Tempur Laut, Komando Armada III, Badan Keamanan Laut Zona Maritim Timur, dn Otoritas Jasa Keuangan Maluku di dermaga Irian Lantamal IX Ambon.
Menurut Mohamad, sesuai amanat UUD 1945, UU Bank Indonesia dan UU Mata Uang, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan tugas dan wewenang mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah, yang juga merupakan simbol kedaulatan negara.
Ia mengatakan, penyelenggaraan ekspedisi rupiah juga untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dan kualitas uang yang beredar di masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini belum dapat dijangkau oleh BI maupun perbankan dalam pengedaran uang rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk mengedarkan rupiah di daerah 3T BI bersinergi dengan seluruh mitra kerja strategis termasuk TNI AL," kata dia.
Selain penukaran uang rupiah, pada penyelenggaraan ekspedisi rupiah berdaulat kali ini dirangkaikan dengan beberapa kegiatan yaitu edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.
Ia berharap ekspedisi ini dapat menjaga ketersediaan uang layak edar dan cukup di Bumi Raja-Raja, sehingga dapat mendukung perekonomian Maluku dan menjaga kedaulatan Indonesia, dengan memastikan distribusi dan penggunaan uang rupiah telah merata hingga wilayah 3T.
"Ini juga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap rupiah agar dapat merawat, menjaga, menggunakan dan juga memahami dengan lebih bijak," ujarnya.
Sementara Wakil Gubernur Maluku Abdullah Fanath, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Maluku, TNI Angkatan Laut serta para pihak yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi pada kegiatan ini.
"Sebab selain penukaran uang rupiah, juga ada kegiatan sosial yang dilaksanakan di antaranya pelayanan kesehatan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!