Dodola, Mutiara di Bibir Pasifik
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 07:47 WIB | Oleh: Haryo BronoPada masa Perang Dunia II, Pulau Morotai menjadi ajang perang antara Jepang dan Sekutu (Amerika Serikat dan Australia). Demikian juga pulau kecil Dodola menjadi tempat bagi pertempuran itu yang dibuktikan dengan bangkau alat-alat tempur di dalam lautnya.
Salah satu spot diving yang bisa terkenal adalah Wawama Wreck Dive Point yang berada di Wawama Morotai Selatan. Di sini banyak terdapat bangkai peralatan perang yang kondisinya masih bisa dikenali, seperti Jeep Willys, mesin mobil, ban, sampai setir-nya.
Dari bibir pantai Pulau Dodola, wisatawan juga dapat melihat bangkai berbagai peralatan tempur khususnya pesawat dan juga senjata darat. Perlu berjalan 100 meter untuk bisa melihat sisa-sisa peperangan antara Sekutu dan Jepang.
Di spot lain di kedalaman 40 meter, pemandangannya dipenuhi bangkai pesawat tempur jenis Bristol Beaufort, yang dipakai sekutu untuk menggempur bala tentara Jepang. Pesawat pengebom yang sangat besar ini masih relatif utuh yang banyak membuat pada penyelam berdecak kagum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada masa Perang Dunia II, Pulau Morotai yang berada di ujung paling utara Indonesia dianggap sangat strategi bagi kedua belah pihak, sehingga pulau ini harus dikuasai. Pertempuran di pulau ini tergolong lama, mulai dari pada tanggal 15 September 1944, dan berlanjut hingga akhir perang pada bulan Agustus 1945.
Sedangkan di Pulau Morotai sampai saat ini masih bisa dilihat peninggalan perang berupa landasan pesawat, bunker, selain Bangkai peralatan tempura seperti pesawat. Hal ini memberi gambaran betapa pentingnya pulau ini di masa lalu.
Awalnya, Jepang berhasil menguasai Pulau Morotai. Melihat hal itu Jenderal Amerika Serikat Mc Arthur datang bersama tentaranya untuk mengusir Jepang. Sekutu melakukan pertempuran jarak dekat hingga pada tanggal 15 September 1944 pukul 07.30 WIT, sekutu berhasil mengusir Jepang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski berhasil dikuasai namun tentara Jepang tidak menyerah begitu saja. Mereka terus melakukan perlawanan sampai 1 Februari 1945. Dalam pertempuran itu tercatat Jepang melakukan penyerangan sebanyak 54 kali yang membuat 44 pesawat milik sekutu hancur, 33 pesawat rusak, 19 tentara tewas, dan 99 tentara terluka.
Untuk mendukung kunjuang wisatawan ke Pulau Morotai termasuk Pulau Dodola, Dinar Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, telah membangun berbagai fasilitas seperti pelabuhan, Kantor UPT, klinik, listrik, air bersih, cottage, homestay, toilet, dan tempat bilas,
Fasilitas lainnya adalah payung wisata, galeri souvenir, pusat kuliner, jembatan mangrove atau spot wisata mangrove. Selain itu, ada juga gazebo, sun chair. Fasilitas mainan anak, jet sky, perahu kano, wahana air dari Wibit, Jerman, parasailing, banana boat, dan sepeda santai.
Cara menuju ke Pulau Dodola juga tergolong mudah, bisa dilakukan dari Manado atau Halmahera lalu mendarat di Bandara Pitu Morotai. Perjalanan dilanjutkan ke Kota Daruba (ibu kota Morotai) menuju pelabuhan, dan naik perahu motor sekitar 30–45 menit menuju Pulau Dodola. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!