Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian Situs Gunung Padang Kembali DIlakukan

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 20:25 WIB | Oleh:
Penelitian Situs Gunung Padang Kembali DIlakukan Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Cianjur -- Tim ahli pemugaran dan penelitian lanjutan Situs Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan yang akan dimulai awal Agustus 2025 guna membantu 100 orang ahli dan peneliti.

Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar saat dihubungi pada Rabu mengatakan dalam pemugaran situs tertua di dunia itu terdapat sembilan peneliti utama dengan bidang keahlian khusus.

"Masing-masing ahli di bidang arkeologi, geologi, geofisika, stratigrafi, geografi, geodesi, biologi, arsitek, planologi, tradisi lisan, hidrologi, hingga geoteknik," katanya.

Dia menjelaskan dari sembilan orang peneliti utama membawa anggota dalam timnya dengan status ahli, seluruh anggota tim merupakan peneliti dari dalam negeri dan dipastikan tidak ada ahli dari luar negeri atau asing yang dilibatkan.

Namun ketika ada peneliti asing yang menawarkan diri untuk ikut dalam tim pemugaran dan penelitian lanjutan, pihaknya tidak akan melarang. Bahkan masyarakat sekitar akan dilibatkan dalam proses penelitian dan pemugaran yang dipastikan mulai tanggal 1 Agustus 2025.

"Kami masih mendata berapa banyak masyarakat di sekitar Situs Gunung Padang yang akan dilibatkan dalam membantu tim ahli dan peneliti," katanya.

Untuk persiapan menjelang pemugaran, pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Kebudayaan, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Cianjur, sehingga alat untuk menunjang proses pemugaran dapat dibawa ke kawasan Gunung Padang.

"Kami berharap dalam kegiatan tahap awal yang akan berjalan selama tiga bulan ke depan dapat menemukan berbagai fakta baru," katanya.

Budayawan Cianjur Eko Wiwid mengatakan sangat mendukung dilanjutkannya riset Situs Gunung Padang sampai tuntas, dengan mengutamakan pendekatan ilmu pengetahuan dan melibatkan seluruh potensi dari lintas disiplin ilmu.

"Pemugaran dan penelitian lanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar sangat penting agar mereka mendapat pengetahuan dan fakta sebenarnya secara ilmiah terkait misteri yang tersimpan di Gunung Padang," katanya.

Melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut, kata dia, menjadi garda terdepan dalam hal menjaga, memelihara, sampai dengan melestarikan situs sejarah, sehingga mereka memiliki pengetahuan ilmiah yang akan diberikan pada setiap tamu atau wisatawan yang datang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.