Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ombudsman Selidiki Dapur MBG Usai Insiden Keracunan Makanan di Manokwari

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 03:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ombudsman Selidiki Dapur MBG Usai Insiden Keracunan Makanan di Manokwari Doc: Antara
Ket. Kepala Ombudsman Perwakilan Papua Barat Amos Aktana menjenguk anak yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG di RSUD Manokwari pada Rabu (30/7).

Manokwari - Ombudsman Perwakilan Papua Barat menyatakan akan mengecek dapur penyedia makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus dugaan keracunan yang terjadi pada sedikitnya 13 siswa setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG di Kabupaten Manokwari.

Kepala Ombudsman Perwakilan Papua Barat Amos Aktana di Manokwari, Rabu (30/7), menyampaikan bahwa belasan siswa dari SD Negeri 45 Arowi dan SMP Negeri 13 Manokwari dilaporkan mengalami gejala sesak napas, pusing, dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan dari Program MBG di sekolah mereka.

"Hari ini anak-anak tersebut sebagian langsung dibawa ke Puskesmas Pasir Putih, sementara empat lainnya dirujuk ke RSUD Manokwari. Kita hari ini juga langsung meninjau lokasi sekolah dan rumah sakit," katanya.

"Kami akan cek langsung dapurnya. Meski baru pertama kali terjadi tapi kejadian ini jadi catatan penting agar ke depan program ini bisa berjalan lebih baik dan tidak membahayakan siswa," ia menjelaskan.

Amos menyatakan bahwa Program MBG dijalankan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Kejadian seperti keracunan makanan, ia mengemukakan, menunjukkan bahwa tata kelola pelaksanaan program tersebut masih memerlukan perbaikan.

Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Program MBG sekolah hanya penerima manfaat. Penyediaan makanan untuk program tersebut dilakukan oleh pengelola dapur sehat.

Oleh karena itu, Ombudsman akan memeriksa dapur penyedia makanan bagi penerima manfaat Program MBG di Manokwari, termasuk yang melayani wilayah Kelurahan Pasir Putih.

Amos berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadikan insiden keracunan makanan yang terjadi pada siswa penerima manfaat Program MBG sebagai bahan evaluasi untuk membenahi sistem pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang ???????menyampaikan bahwa dinas telah menurunkan tim medis untuk memeriksa kondisi siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG.

Menurut dia, kebanyakan dari mereka mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

"Kami sudah mengambil sampel makanan untuk diuji. Ini sebagai langkah awal untuk memastikan penyebab pastinya," kata Rantetampang, yang mendampingi perwakilan Ombudsman menjenguk siswa korban keracunan di rumah sakit.

Ia mengatakan bahwa kasus keracunan makanan pertama kali dilaporkan oleh guru dari SD Negeri 45 Arowi dan SMP Negeri 13 Manokwari.

Sebanyak 12 siswa SD dan satu siswa SMP mengeluh sesak nafas, pusing, dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan dari Program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.