Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Magnitudo 8,7 Kamchatka Russia 'Warning' Keras Negara Cincin Api Pasifik dan Indonesia

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Gempa Magnitudo 8,7 Kamchatka Russia 'Warning' Keras Negara Cincin Api Pasifik dan Indonesia Doc: ANTARA/HO ITB
Ket. Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Irwan Meilano.

BANDUNG - Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Irwan Meilano mengungkapkan gempa bumi bermagnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Russia, Rabu (30/7), adalah peringatan bagi negara-negara Cincin Api Pasifik, termasuk Indonesia.

Gempa besar yang memberi dampak gelombang tsunami tersebut, kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB itu, sekaligus memperingatkan kejadian ini tidak bisa dipandang sebagai bencana lokal semata, melainkan sebagai peringatan keras bagi negara-negara yang dimaksud.

"Gempa ini terjadi di zona seismic gap, yakni wilayah yang secara historis pernah mengalami gempa besar namun telah lama tidak aktif. Artinya, ini adalah bom waktu yang akhirnya meledak," kata Irwan di Bandung, Kamis (31/7).

Wilayah Kamchatka, lanjut Irwan, mirip secara tektonik dengan wilayah barat Sumatera dan selatan Jawa, yang terakhir mengalami gempa besar lebih dari 50 tahun lalu. Dengan karakteristik geologi serupa, Indonesia memiliki potensi risiko serupa yang harus diantisipasi.

Yang paling mengkhawatirkan, menurut Irwan, adalah potensi tsunami akibat gempa tersebut, dimana gelombang tsunami dengan tinggi 60 cm telah terpantau di pantai utara Jepang.

"Ini artinya energi gelombang menjalar jauh dan sampai ke kawasan timur Indonesia dalam waktu 8 hingga 10 jam sejak guncangan," ujarnya.

Meskipun Kamchatka berpenduduk jarang, kata dia, sistem mitigasi dan peringatan dini menjadi penentu dalam meminimalkan dampak dan Jepang kembali menunjukkan kesiapan mitigasi yang patut dicontoh, terutama dalam hal sistem deteksi dini tsunami berbasis tekanan dan pasang surut.

"Jepang tidak hanya mengandalkan model perhitungan, tapi juga sistem observasi langsung. Inilah yang membuat mereka bisa memberikan peringatan akurat dan cepat," ucapnya.

Lebih lanjut Irwan menekankan gempa Kamchatka harus menjadi cermin bagi Indonesia untuk mempercepat penguatan sistem peringatan dini, mengingat wilayah Indonesia berada di jalur megathrust yang aktif, sehingga butuh kesiapsiagaan berbasis sains dan teknologi terkini, bukan hanya reaksi setelah bencana.

Ancaman gempa megathrust yang masih membayangi khususnya di kawasan selatan Jawa dan Sumatra, kata ,Irwan kejadian di Russia menjadi pengingat bahwa kesiapan bukan pilihan, tetapi keharusan.

"Jangan menunggu bencana besar untuk bergerak. Kita harus mencontoh Jepang dalam hal ketekunan, konsistensi, dan investasi jangka panjang dalam sistem mitigasi," ujar Irwan Meilano. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.