Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Edukasi Reproduksi Sejak Dini untuk Antisipasi Siklus Kehidupan yang Bergeser

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Edukasi Reproduksi Sejak Dini untuk Antisipasi Siklus Kehidupan yang Bergeser Doc: Antara
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji memberikan keterangan dalam Mukernas Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) di Bandung, Selasa (29/7/2025).

Bandung - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendorong edukasi reproduksi untuk dilakukan sejak dini, guna mengantisipasi siklus kehidupan yang bergeser.

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkap hal ini karena telah terjadi pergeseran signifikan dalam siklus kehidupan masyarakat, khususnya terkait dengan kematangan reproduksi pada anak perempuan, hingga menuntut pendekatan baru dalam memberikan edukasi reproduksi untuk dimulai sejak tingkat sekolah dasar (SD).

"Sekarang anak-anak perempuan sudah mengalami menstruasi di usia SD. Ini artinya siklus kehidupan bergeser, dan kita harus segera menyesuaikan pendekatan edukasi. Jika dulu kita mulai dari SMP, sekarang harus dari SD," ujar Wihaji di hadapan para Penyuluh KB dari seluruh Indonesia di Bandung, Selasa.

Perubahan pola pertumbuhan anak yang semakin dini dengan didorong oleh banyak faktor, termasuk lingkungan, gaya hidup, dan informasi digital, memicu kekhawatiran jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup.

"Sehingga sangat penting pendidikan yang tepat, karena anak-anak harus paham tubuhnya. Jangan sampai takut, bingung, atau mendapatkan informasi yang salah dari media sosial atau pergaulan bebas. Di sinilah peran penyuluh KB menjadi sangat penting untuk hadir memberi edukasi yang benar," ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa dunia digital membawa risiko tersendiri jika anak tidak dibekali pemahaman yang kuat. Edukasi seksualitas dan kesehatan reproduksi harus dilakukan secara hati-hati, namun terbuka dan disesuaikan dengan tingkat usia anak.

Lebih dari sekadar pengetahuan biologis, edukasi reproduksi menjadi kunci dalam mencegah kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga pelanggaran norma-norma sosial yang berkembang di masyarakat.

"Kalau kita lengah, anak bisa jadi korban. Maka edukasi sejak dini itu adalah cikal bakal membangun generasi yang sadar, sehat, dan kuat. Ini bukan hanya tugas kementerian kita, tapi kerja bersama lintas kementerian," ucap Wihaji.

Dia menyebut pihaknya pun menggandeng berbagai kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Kementerian Sosial, dalam pelaksanaan program-program edukasi keluarga berperspektif usia dan budaya.

Dia menekankan pendekatan pencegahan harus dimulai dari hulu guna menjawab tantangan zaman, sehingga edukasi dini bukanlah hal tabu, melainkan kebutuhan nyata.

Sehingga, para penyuluh KB diminta untuk lebih aktif memberikan pendampingan dan sosialisasi, khususnya di tingkat SD, agar generasi muda tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang dirinya dan lingkungannya.

"Kita ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan sehat secara fisik, mental, dan sosial. Kita jaga mereka dari sekarang, agar tak jadi korban dari kurangnya pengetahuan," tutur Wihaji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.