Di Antara Angka dan Nurani: Mengenang Kwik Kian Gie
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 10:01 WIB | Oleh: Tim PenulisPemikir yang Membumi
Kwik tidak percaya bahwa ekonomi semata-mata adalah soal angka. Dalam berbagai tulisannya, ia kerap mengkritik model pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan (growth) tanpa distribusi yang adil.
Ia menyebut "ekonomi pasar" tanpa pengawasan sebagai jalan menuju ketimpangan yang lebih dalam.
Selanjutnya Kwik juga aktif memperjuangkan ekonomi yang lebih etis, inklusif, dan berkeadilan sosial. Gagasannya tentang pengendalian modal asing, perlindungan terhadap sektor informal, serta nasionalisasi sektor strategis, menjadi warisan pemikiran penting di tengah arus liberalisasi ekonomi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah tidak lagi menjabat, Kwik tetap menulis dan aktif memberi masukan. Ia rajin menulis kolom di media nasional, tampil di forum diskusi, dan tak jarang memberi kritik keras terhadap kebijakan pemerintah. Ia menolak diam, bahkan ketika suaranya terdengar minoritas.
Kwik pernah menulis buku berjudul "Mengapa Ekonomi Indonesia Begini-Begini Saja?" yang menjadi cermin reflektif atas kegagalan banyak kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat. Buku itu hingga kini menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa dan pengamat ekonomi.
Melalui gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, Kwik mengupas berbagai kebijakan ekonomi makro yang menurutnya gagal menjawab kebutuhan mayoritas rakyat, khususnya kelompok miskin dan kelas menengah ke bawah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mempertanyakan logika di balik pembangunan yang terus menerus mengejar pertumbuhan (growth), tetapi mengabaikan pemerataan (equity). Ia juga menyinggung tentang ilusi pembangunan yang dibangun di atas utang luar negeri dan ketergantungan pada investasi asing, yang justru membuat Indonesia rentan terhadap guncangan eksternal.
Buku ini menjadi bacaan penting di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, pengamat ekonomi, dan bahkan pembuat kebijakan. Sebab, isinya mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan mempertanyakan arah serta esensi dari kebijakan ekonomi nasional yang selama ini dijalankan.
Lebih dari sekadar kumpulan kritik, buku ini juga menawarkan pendekatan ekonomi alternatif yang lebih membumi, berdaulat, dan berkeadilan sosial. Oleh karena itu, hingga kini buku tersebut masih relevan dan kerap dijadikan referensi dalam diskusi-diskusi ekonomi yang memperjuangkan keberpihakan terhadap rakyat banyak
Menghidupkan Teladan
Kwik Kian Gie adalah sedikit dari tokoh bangsa yang mampu merawat integritas di sepanjang hidupnya. Ia menolak menjadi bagian dari sistem yang tak bisa ia setujui secara moral. Bahkan ketika diminta kembali masuk kabinet oleh presiden berikutnya, ia menolak karena tidak ingin menjadi simbol tanpa kuasa.
Keberanian untuk mengatakan tidak, kejujuran untuk menerima kritik, dan konsistensi dalam berpikir serta bertindak menjadikan Kwik sosok langka di tengah dunia yang penuh kompromi. Pemikirannya tak hanya bergema di ruang akademik, tetapi juga membekas di hati rakyat kecil yang merasa diperjuangkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!