Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan: Penyuluh Pertanian Kunci Percepat Swasembada Pangan

📅 Senin, 28 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kementan: Penyuluh Pertanian Kunci Percepat Swasembada Pangan Doc: antara
Ket. Produktivitas Petani - Ketahanan Pangan Pilar Utama Ketahanan Nasional

Manokwari - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa penyuluh pertanian adalah kunci utama untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan Doktor Tedy Dirhamsyah di Manokwari, Papua Barat, Minggu (27/7), mengatakan para penyuluh akan ditarik dari struktur pemerintah daerah ke dalam struktur kementerian.

Kebijakan strategis ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian, dengan maksud mengoptimalkan peran penyuluh pertanian.

"Sabtu (26/7) kemarin, kami sudah sosialisasi Inpres Nomor 3 untuk pemangku kepentingan se-Papua Barat. Penyuluh pertanian akan ditarik dari struktur pemerintah daerah," kata Tedy.

Seperti dikutip dari Antara, menurut Tedy, penarikan struktur kelembagaan penyuluh pertanian merupakan hal penting yang berdampak terhadap kemudahan koordinasi mempercepat pencapaian kemandirian pangan, terutama komoditas padi.

Sosialisasi Inpres Nomor 3 diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor dan pembekalan bagi para penyuluh agar siap menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di masing-masing wilayah.

"Dengan begitu, arah kebijakan antara pusat dan daerah menjadi satu kesatuan supaya pelaksanaan program lebih maksimal," ujarnya.

Tedy menyebut bahwa cadangan beras Indonesia saat ini telah mencapai 4,3 juta ton, dan kinerja produksi tersebut bakal menjadi pijakan untuk mengakselerasi kedaulatan pangan secara nasional.

Program strategis yang dilaksanakan Kementan guna meningkatkan produktivitas pertanian, antara lain, pencetakan sawah baru 225 ribu hektare, optimalisasi lahan rawa dan bukan rawa, serta perbaikan jaringan irigasi.

“Kalau optimalisasi lahan bertujuan meningkatkan indeks pertanaman, dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam,” kata Tedy.

Selain itu, kata dia, Kementan juga sementara mengembangkan program pompanisasi lahan kering dengan target satu juta hektare, termasuk distribusi bantuan benih unggul untuk meningkatkan hasil panen.

Pemanfaatan lahan kering (bukan irigasi) menjadi lahan pertanian aktif melalui konsep pengelolaan kolektif oleh kelompok tani, berdampak positif terhadap hasil produksi maupun perluasan skala usaha tani.

Transformasi Pertanian

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan peran penting penyuluh sebagai garda terdepan dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan dan berpihak kepada petani.

"PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan Babinsa adalah mata dan telinga Pak Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengawasi pertanian," kata Mentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.