Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat Geram: Beras Oplosan Dijual ke Rakyat, Jangan Cuma Ditegur, Harus Diproses!

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengamat Geram: Beras Oplosan Dijual ke Rakyat, Jangan Cuma Ditegur, Harus Diproses! Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
Ket. Beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ukuran 5 kg.

JAKARTA - Pemerintah harus menindak tegas oknum yang berani melakukan pengoplosan beras kualitas rendah dijadikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog dan premium.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/7), mengatakan pengetatan penyaluran beras SPHP tahun ini merupakan langkah penting untuk mencegah penyelewengan distribusi beras subsidi yang menyasar kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Oleh karena itu, ia menekankan jika ada pihak yang nekat mengoplos dan menjual beras non-SPHP dalam karung SPHP, maka harus ditindak tegas karena telah memanfaatkan antusiasme publik terhadap program pemerintah tersebut.

"Pengetatan penyaluran tahun ini sebagai bagian menekan penyelewengan. Kalau ada yang nekad 'ngoplos' mesti ditindak," kata Khudori.

Ia mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapan mengenai adanya dugaan pengoplosan beras kualitas rendah (reject) yang dikemas menjadi SPHP oleh salah satu oknum inisial R di Riau. Kasus itu diungkap Polda Riau pada Kamis (24/7).

Menurut Khudori, kasus itu bukan penyimpangan distribusi beras SPHP asli, melainkan pemalsuan karena pelaku sengaja mengemas beras lain menggunakan karung SPHP untuk dijual seolah-olah bagian dari program subsidi.

Ia juga mengatakan pengawasan terhadap beras SPHP sangat penting karena ini merupakan komoditas subsidi. 

"Itu karungnya pakai karung SPHP. Lalu diisi beras lain. Itu bukan beras SPHP yg diselewengkan. Dia (terduga pelaku) memanfaatkan antusiasme warga beli beras SPHP dengan mengisi kemasan SPHP dengan beras lain lalu dijual seolah-olah beras SPHP," kata Khudori.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan penggerebekan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak kejahatan yang merugikan konsumen.

Ia mengatakan operasi yang dipimpin Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro pada Kamis (24/7), mengungkap dua modus operandi yang dilakukan tersangka R (34).

Pertama, pelaku mencampur beras medium dengan beras berkualitas buruk atau reject kemudian dikemas ulang menjadi beras SPHP, dan kedua pelaku membeli beras murah dari Pelalawan dan mengemas ulang dalam karung bermerek premium seperti Aira, Family, Anak Dara Merah dan Kuriak Kusuik untuk menipu konsumen.

Tersangka diduga membeli dua jenis beras bagus dan kualitas rendah (reject) di daerah Kabupaten Pelalawan. Untuk beras bagus dibeli dengan harga Rp11.000 per kg. Sedangkan beras kualitas rendah dibeli Rp6.000 per kg. Tersangka R membeli beras tersebut dari seseorang berinisial S.

Barang bukti yang disita meliputi 79 karung beras SPHP oplosan, 4 karung bermerek premium berisi beras rendah, 18 karung kosong SPHP, timbangan digital, mesin jahit, dan benang jahit.

“Negara sudah memberikan subsidi, tapi dimanipulasi oknum untuk keuntungan pribadi. Ini bukan sekadar penipuan dagang, tapi kejahatan yang merugikan anak-anak kita yang membutuhkan pangan bergizi,” kata Irjen Herry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
PT KAI Raih Pendapatan Rp17...
Luar Negeri
AS-Jepang Bersatu Intervens...
Daerah
Otsus Papua Dirancang untuk...

Selat Hormuz Macet Bikin Inggris di Ambang Resesi

39 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Selat Hormuz Macet Bikin In...
Megapolitan
150 Merek Industri Pendukun...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.