Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerhati CORE: Pengoplos Beras Ganggu Program Pemerintah

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 20:45 WIB | Oleh:
Pemerhati CORE: Pengoplos Beras Ganggu Program Pemerintah Doc: DPRD DKI

JAKARTA - Ulah oknum pengoplos beras dinilai dapat mengganggu program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Pengoplosan beras kualitas rendah menjadi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog itu juga merugikan negara.

Demikian disampaikan Peneliti dari Centre of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, di Jakarta, Minggu (27/7). Ia juga menyebut ulah nakal oknum pengoplos beras jelas telah merugikan masyarakat.

Ulah pengoplos, ungkap dia, menggagalkan misi utama program subsidi pangan untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah keluar dari jerat kemiskinan.

"Ini merugikan negara dan juga konsumen kalangan menengah bawah, Negara mengalami kerugian karena programnya tidak efektif untuk mengurangi kemiskinan," kata Eliza.

Padahal, program SPHP dirancang sebagai intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin terhadap bahan pangan pokok. Namun, praktik oplosan membuat beras murah sulit diakses oleh penerima manfaat sebenarnya.

Diketahui, kasus dugaan pengoplosan beras kualitas rendah (reject) seharga Rp6.000 per kilogram (kg) dikemas menjadi SPHP. Kemudian dijual seharga Rp13.000 per kg. Salah satu oknum berinisial R di Riau sudah terungkap pada Kamis (24/7) lalu.

Eliza menekankan, bahwa tindakan tersangka mengambil alih porsi subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi keluarga miskin. Akibatnya, keluarga miskin tidak mendapatkan beras SPHP sesuai harga dan kualitas yang ditetapkan.

"Sehingga terpaksa membeli beras mahal yang menggerus belanja mereka untuk kebutuhan pokok lainnya. Konsumen rugi karena SPHP ini kan standarnya lebih bagus dari pada (beras) reject (kualitas buruk), dan beras SPHP murah karena disubsidi pemerintah," kata dia.

CORE menyebut kondisi itu berisiko memperluas kerentanan ekonomi dan memperparah kemiskinan. Karena salah sasaran subsidi akan membuat intervensi pemerintah kehilangan dampak perlindungan sosial yang diharapkan.

Karenanya, CORE menyarankan agar distribusi SPHP dilakukan langsung kepada penerima manfaat melalui operasi pasar keliling atau koperasi berbasis komunitas guna mencegah kebocoran dan penyelewengan.

Selain penegakan hukum yang tegas, pemerintah juga harus memperkuat sistem pelacakan dan pengawasan digital. Agar setiap kilogram beras subsidi bisa dipantau transparan dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

"Itu mengapa menyalurkan SPHP harus resmi oleh pemerintah. Agar tidak terjadi lagi kebocoran dan pemalsuan beras reject jadi SPHP," kata Eliza. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

13 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

19 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.