Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Deal! Ikon Hollywood Paramount Merger dengan Raksasa Media Skydance

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 09:07 WIB | Oleh:
Deal! Ikon Hollywood Paramount Merger dengan Raksasa Media Skydance Doc: Linkedin
Ket. Logo ikonik Paramount Pictures

Regulator AS, Komisi Komunikasi Federal (FCC), menyetujui Paramount Global dan Skydance Media merger senilai 8 miliar dollar.

Mengutip laporan BBC, penggabungan antara studio film independen dan salah satu perusahaan tertua dan paling terkenal di Hollywood pertama kali diumumkan pada tahun 2024.

Persetujuan itu datang beberapa minggu setelah Paramount Global setuju membayar 16 juta dollar untuk menyelesaikan sengketa hukum dengan Presiden AS Donald Trump terkait wawancara yang disiarkan di anak perusahaan CBS dengan mantan Wakil Presiden Kamala Harris.

Penyelesaian itu tidak menyertakan pernyataan permintaan maaf atau penyesalan.

Kepala FCC Brendan Carr, yang ditunjuk oleh presiden, mengumumkan persetujuan penggabungan tersebut pada hari Kamis (24/7), mengatakan ia menyambut baik gagasan Skydance untuk membuat "perubahan signifikan" di CBS.

Pada hari Jumat (25/7), kedua perusahaan mengatakan mereka memperkirakan penggabungan akan selesai pada tanggal 7 Agustus.

FCC setuju mengalihkan lisensi penyiaran untuk 28 stasiun televisi CBS yang dimiliki dan dioperasikan kepada pemilik baru.

"Masyarakat Amerika tidak lagi mempercayai media berita nasional yang lama untuk melaporkan secara lengkap, akurat, dan adil," kata Carr. "Sudah saatnya perubahan."

Carr mengatakan Skydance telah membuat janji kepada agensi tersebut, termasuk "komitmen terhadap jurnalisme yang tidak memihak" di mana perusahaan hasil penggabungan akan menunjuk seorang ombudsman untuk mengevaluasi pengaduan tentang bias.

Skydance juga berjanji akan mengakhiri upaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, sesuatu yang menjadi target pemerintahan Trump.

FCC memberikan suara 2-1 untuk menyetujui kesepakatan tersebut, sementara satu komisaris, Anna Gomez, yang seorang Demokrat, tidak setuju.

"Setelah berbulan-bulan menyerah secara pengecut kepada pemerintahan ini, Paramount akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya. Sayangnya, publik Amerikalah yang pada akhirnya akan menanggung akibatnya," tulisnya.

Paramount Global menelusuri asal-usulnya kembali lebih dari satu abad ke pendirian Paramount Pictures Corporation pada tahun 1914. Studio ini telah membuat banyak film hits, termasuk seri “Godfather”, “Star Trek”, dan “Mission: Impossible”.

Paramount memiliki layanan streaming Paramount+, serta Paramount Pictures, CBS, Nickelodeon, BET, MTV, Comedy Central, dan merek media lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.