Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai “Ball Possession” Lawan

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 07:25 WIB | Oleh:
Waspadai “Ball Possession” Lawan Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Pemain Timnas U23 Indonesia Jens Raven (kiri) bersama Robi Darwis berselebrasi usai membobol gawang Timnas U23 Brunei Darussalam dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7).

JAKARTA – Tim Indonesia U-23 akan menghadapi tantangan besar saat berjumpa Thailand U-23 dalam laga semifinal Piala Asean U-23 2025, Jumat (25/7) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan sarat gengsi, mempertemukan dua tim yang sama-sama belum terkalahkan dan belum kebobolan sepanjang fase grup.

Garuda muda sulit menang andai tak mampu mencetak gol. Indonesia hanya mampu mencetak gol saat lawan tim terlemah Brunei. Namun ketika melawan tim selevel: Filipina dan Malaysia, Indonesia pusing tak mampu menembus pertahanan lawan, apalagi mencetak gol. Memang ada gol saat melawan Filipina, tapi itu hanya dari lemparan dan terjadi bunuh diri. Sangat menyedihkan tim ini, sangat sulit menghasilkan gol.

Kondisi ini memprihatinkan saat melawan Malaysia, ternyata memang terulang, lagi-lagi Garuda tak mampu mencetak gol. Skuad Garuda Muda asuhan Gerald Vanenburg melaju ke empat besar sebagai juara Grup A dengan tujuh poin hasil dari kemenangan atas Filipina dan Brunei Darussalam, serta hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia. Disiplin pertahanan menjadi kekuatan utama, dengan tiga laga dilalui tanpa kebobolan.

“Kami sudah menyaksikan cuplikan permainan Thailand dan Vietnam. Mereka tim yang bagus dan sangat terorganisasi,” ujar Vanenburg, pelatih asal Belanda, seusai laga terakhir di fase grup. Sementara itu, Thailand datang ke Jakarta dengan catatan impresif. Anak asuh Thawatchai Damrong-Ongtrakul itu memuncaki Grup C dengan catatan satu kemenangan 4-0 atas Timor Leste dan hasil imbang 0-0 melawan Myanmar. Dengan torehan empat gol tanpa kebobolan, mereka menjadi salah satu tim paling efisien di turnamen ini.

Pelatih Thawatchai menaruh perhatian khusus pada kekuatan Grup A, terutama Indonesia. “Tim-tim dari Grup A sangat kuat. Saya menyaksikan laga Filipina melawan Indonesia, dan kedua tim bermain sangat tangguh,” ujar Thawatchai. Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, turut memberi pandangan menjelang duel klasik Asean ini. Menurutnya, Thailand memiliki penguasaan bola yang sangat baik dan bisa menjadi ancaman serius jika dibiarkan mengontrol permainan di area pertahanan Indonesia.

“Kita tahu Thailand sangat bagus dalam ball possession. Ini yang membahayakan, apalagi kalau mereka bisa main di wilayah kita. Ini harus diantisipasi,” kata Aji, yang pernah menangani Timnas U-23 era 2010-an. Data dari Sofascore menunjukkan Thailand mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 59 persen dari dua laga grup. Dalam dua pertandingan tersebut, mereka juga selalu menciptakan minimal empat tembakan tepat sasaran.

Aji percaya peluang Indonesia tetap terbuka, asalkan para pemain mampu menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin dan tampil maksimal. “Yang penting pemain bisa tampil optimal dan menjalankan game plan pelatih,” ujarnya.

Tantangan Cedera

Jelang duel, Indonesia dipastikan kehilangan dua gelandang andalan, Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri, karena cedera. Aji menilai keduanya sebagai pemain penting yang berkontribusi besar di lini tengah. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya keputusan soal pengganti kepada pelatih kepala. “Dua pemain itu sangat vital, tapi pelatih yang paling tahu siapa yang siap menggantikan,” ujar Aji.

Posisi Arkhan kemungkinan akan diisi oleh Rayhan Hannan, seperti saat laga kontra Malaysia. Sedangkan Dominikus Dion, yang tampil impresif sebagai pemain pengganti, juga berpeluang turun sejak menit pertama.

Di kubu lawan, Thailand kemungkinan melakukan rotasi di sektor sayap dengan menurunkan Saelao Chawanwit menggantikan Thanawut Phochai. Bek tengah Chonnawat Buaphan juga berpeluang kembali sebagai starter setelah digantikan Ichitchai Sienkrthok saat laga melawan Myanmar.

Laga ini akan menjadi pertemuan ketiga antara Indonesia dan Thailand di ajang Piala Asean (dulu AFF) U-23. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Garuda Muda selalu keluar sebagai pemenang. Pada tahun 2019 di Kamboja, skuad asuhan Indra Sjafri menundukkan Thailand 2-1 di final. Empat tahun kemudian, giliran tim besutan Shin Tae-yong menang 3-1 di semifinal edisi 2023 yang digelar di Rayong, Thailand.

Meski demikian, Aji Santoso menegaskan bahwa pertandingan ini tak bisa dianggap enteng. “Laga melawan Thailand adalah laga hidup-mati. Kita ingin lolos ke final dan ini bukan pekerjaan mudah,” tegasnya. ben/G-1

Perkiraan Susunan Pemain

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.