Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Bijak Sikapi Permohonan Kewarganegaraan Eks Marinir Relawan Rusia

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Pemerintah Diminta Bijak Sikapi Permohonan Kewarganegaraan Eks Marinir Relawan Rusia Doc: Dok. Antara

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia diminta berhati-hati dan bijak dalam menyikapi permohonan kewarganegaraan kembali dari Satria Kumbara, mantan Marinir TNI AL yang menjadi tentara relawan Rusia. Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dafri Agussalim, mengingatkan bahwa keputusan pemerintah akan menjadi sorotan internasional.

"Kalau kita begitu saja menerima dia kembali, itu akan menimbulkan spekulasi yang luas di dunia internasional. Negara-negara lain bisa bertanya-tanya, jangan-jangan ini bagian dari strategi Indonesia, atau menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia lemah," ujar Prof. Dafri saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu (23/7).

Ia menilai bahwa proses penanganan kasus ini tidak bisa hanya dilihat dari aspek administratif semata. "Harus ada pertimbangan diplomatik dan keamanan nasional. Ini tidak cukup ditangani oleh Kementerian Hukum dan HAM saja, tetapi juga harus melibatkan Kementerian Pertahanan, Imigrasi, dan bahkan intelijen," ujarnya.

Prof. Dafri juga mempertanyakan bagaimana Satria Kumbara bisa lolos hingga menjadi tentara bayaran di Rusia. "Itu pertanyaan penting, dan itu kan seharusnya tanggung jawab negara," ucapnya.

Terkait kemungkinan penolakan permohonan, Prof. Dafri menyebut bahwa secara hukum hal itu sah dilakukan. Namun, ia menekankan perlunya pendekatan yang hati-hati. "Kalau kita menolak, ya bisa saja. Tapi harus dilakukan dengan cara yang elegan. Dari sisi hukum boleh menolak, tapi dari sisi HAM, itu lain lagi ceritanya. Ini dilema bagi kita," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa proses hukum tetap diperlukan apabila Satria ingin kembali menjadi warga negara Indonesia. “Jika ingin kembali menjadi WNI, maka yang bersangkutan harus mengajukan permohonan pewarganegaraan kepada Presiden RI melalui Menteri Hukum,” kata Supratman di Jakarta.

Ia menambahkan, tidak ada proses pencabutan kewarganegaraan secara eksplisit terhadap Satria. Namun, apabila terbukti menjadi tentara asing, maka status kewarganegaraannya gugur secara otomatis sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Kewarganegaraan RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.