Sekolah Rakyat Jadi Kado Terindah di Hari Anak-Anak Nasional
📅 Rabu, 23 Jul 2025, 17:19 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
MAKASSAR - Sinar keemasan matahari di ufuk timur mulai menyembul saat orang tua siswa berbondong-bondong mengantar anaknya ke Sentra Wirajaya, Makassar UPT Kementerian Sosial di Salodong Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Ada haru dan tetesan air mata membasahi pipi para ibu yang mengaku baru pertama kali berpisah dengan anaknya. Meski terasa berat, namun ibu dari 150 anak yang mendaftar di Sekolah Rakyat SMP 23 Makassar itu harus rela melepas anaknya belajar di sekolah gratis yang disiapkan pemerintah.
Selain bersekolah gratis juga disiapkan asrama dengan segala kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai makan, minum, seragam sekolah dan kebutuhan lainnya. Semua telah disiapkan di Sentra Wirajaya yang disulap menjadi sekolah dan asrama untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kota Makassar.
"Ini pertama kali saya berpisah dengan anak bungsu saya, untuk bisa melanjutkan pendidikan di tingkat SMP," ujar salah seorang ibu paruh baya, Hamsina dari Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Sesekali ia menyeka air matanya sambil menceritakan jika sudah lebih 10 tahun suaminya meninggal dan harus menghidupi empat orang anaknya seorang diri dengan membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk melanjutkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dia mengaku tak sanggup, sehingga ketika petugas dari Kemensos ke rumahnya dan memberikan pengertian tentang pentingnya sekolah dan pembiayaannya siap ditanggung oleh negara melalui Sekolah Rakyat, akhirnya tanpa berpikir panjang dia segera mendaftarkan anaknya.
Peluncuran Sekolah Rakyat yang dilakukan oleh pemerintah pada 14 Juli 2025, hanya terpaut 10 hari dari peringatan Hari Anak-Anak Nasional (HAN), suatu momentum di bulan Juli yang memberikan harapan besar bagi anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Penyediaan sarana pendidikan untuk warga yang tidak mampu dari segi ekonomi itu, menjadi secercah harapan yang membuat 1.750 siswa yang tersebar di 15 sekolah rintisan di Sulawesi Selatan menjadi momen spesial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rasa gembira dan syukur itu tidak hanya bagi anak-anak di Sulsel tetapi juga di provinsi lainnya di Indonesia yang tersebar di 100 Sekolah Rakyat.
Tahun Ajaran Baru 2025/2026 kali ini diwarnai dengan peluncuran serentak Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual.
Kepala Sentra Wirajaya, UPT Kemensos A Nur Alam mengatakan, Sekolah Rakyat tersebut merupakan program Kementerian Sosial RI yang dirancang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga prasejahtera termasuk yang kategori miskin ekstrem dan yang masuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Semua siswa yang masuk dalam kuota 150 anak ini sudah melalui proses verifikasi ketat termasuk kunjungan ke rumah oleh petugas dari Kemensos dan pendamping PKH.
Nur Alam mengatakan, selama 3 tahun para siswa akan bersekolah dan tinggal di asrama yang aktivitas pada pagi dan sore diberikan pendidikan akademik, sedang pada malam hari diisi dengan pendidikan karakter, misalnya mengaji bagi yang beragama Islam.
Pendidikan akademik, agama dan sosial diharapkan dapat membantu membentuk karakter siswa, agar menjadi generasi yang handal di masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!