Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Jadi Kado Terindah di Hari Anak-Anak Nasional

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 17:19 WIB | Oleh:

Karena itu, tenaga pengajar telah disiapkan dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang sudah tersertifikasi sebanyak 13 guru ditambah masing-masing seorang wali asrama dan operator sekolah.

Selain itu, mereka juga dibantu dari tenaga profesional dari Sentra Wirajaya sebanyak 16 orang termasuk seorang diantaranya adalah pengamanan (security).

Salah seorang siswa, Annisa mengaku sangat senang berada di Sentra Wirajaya untuk menuntut ilmu, termasuk mendapatkan teman baru dan guru pembimbing yang ramah-ramah.

Menurut dia, selain belajar mereka juga mendapat kesempatan untuk ikut ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan keinginan siswa. Apalagi di Sentra Wirajaya tersedia aneka lapangan olahraga seperti lapangan voli, basket dan lain-lain, sehingga siswa tidak jenuh diasramakan.

Pada hari libur sekolah, siswa dapat dikunjungi oleh keluarga untuk melepas rindu.

Hal senada dikemukakan oleh siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA di Jalan Bung Makassar, Yusran.

Menurut dia, pendidikan di jenjang SMA ini juga mendapatkan pendidikan vokasi, sehingga saat lulus sudah dapat bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kebijakan pemerintah lewat Sekolah Rakyat ini adalah bagian dari upaya menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu dan termasuk anak jalanan yang lebih banyak menghabiskan waktu di jalan agar dapat kembali bersekolah.

Keseriusan pemerintah itu akan ditunjukkan pada Agustus 2025 dengan pembangunan Sekolah Rakyat permanen serentak di Indonesia, termasuk di Sulsel.

Dari 9 daerah yang diusulkan untuk membangun Sekolah Rakyat permanen, sudah ada dua daerah yang mendapat persetujuan yakni Kabupaten Bone dan Sidrap.

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal optimistis 9 daerah yang diusulkan bisa mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

20250723171559_IMG_20250714_161349.jpeg

Kepala Sentra Wirajaya, UPT Kemensos A Nur Alam bersama perwakilan orang tua siswa. Antara/ Suriani Mappong

Adapun 7 daerah lainnya yang akan menyusul adalah Kabupaten Barru, Soppeng, Luwu Timur, Luwu Utara, Pangkep, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.