AS Janji Bela Filipina Hadapi Tiongkok
📅 Rabu, 23 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/SAUL LOEB
WASHINGTON DC - Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) pada Senin (21/7) berjanji kepada Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, bahwa Washington DC akan membela sekutu lamanya dan meningkatkan sumber daya militer yang bertujuan untuk menghalangi ketegasan Tiongkok.
Hal itu disampaikan sebelum Presiden Marcos Jr bertemu dengan Presiden Donald Trump pada Selasa (22/7) setelah Presiden AS itu mengguncang banyak sekutu Eropa dengan menuntut mereka membayar lebih untuk dilindungi sebagai bagian dari NATO.
Baik Menteri Pertahanan Pete Hegseth maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang keduanya telah mengidentifikasi Tiongkok sebagai ancaman utama, menyatakan komitmen mereka terhadap perjanjian tujuh dekade dengan Filipina saat mereka mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Marcos Jr pada Senin.
"Aliansi kita yang bersejarah tidak pernah sekuat atau sepenting sekarang ini, dan bersama-sama kita tetap berkomitmen pada Perjanjian Pertahanan Bersama," ujar Menhan Hegseth kepada Presiden Marcos Jr.
"Bersama-sama, kita tetap berkomitmen pada Perjanjian Pertahanan Bersama dan pakta ini mencakup serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata, pesawat, atau kapal publik kita, termasuk penjaga pantai kita di mana pun di Pasifik, termasuk Laut Tiongkok Selatan (LTS)," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menhan Hegseth pun menyebut bahwa kawasan Asia-Pasifik sebagai wilayah komando prioritas AS dan mengatakan AS bangga mendukung vitalitas ekonomi bersama, termasuk upaya Filipina untuk memodernisasi angkatan bersenjata dan pertahanan kolektif.
Menhan Hegseth juga memuji kemajuan luar biasa dalam hubungan kedua negara sejak kunjungannya ke Filipina Maret lalu, dengan menunjuk pada latihan militer gabungan yang diperluas di dan sekitar LTS serta pengerahan misil canggih dan sistem tak berawak, serta revitalisasi pangkalan industri pertahanan di kedua sisi.
Sementara itu Presiden Marcos Jr mengatakan bahwa hubungan Filipina-AS tidak dapat dibatasi pada satu dimensi saja dan mengatakan kunjungan Menhan Hegseth beberapa waktu lalu kian menegaskan kemitraan kedua negara yang berkelanjutan dan pemahaman yang berkelanjutan tentang perjanjian pertahanan bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan saat bertemu dengan Menlu AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, mengatakan bahwa baik Presiden Marcos Jr dan Menlu Rubio menegaskan bahwa hubungan kedua negara sebagai sahabat, mitra, dan sekutu yang berkomitmen untuk melakukan keterlibatan tingkat tinggi secara berkala.
Bangun Perisai
Menyoroti meningkatnya anggaran pertahanan AS, Menhan Hegseth mengatakan bahwa kedua negara harus membangun perisai yang kuat sebagai pencegah nyata bagi perdamaian, yang menjamin keamanan dan kemakmuran jangka panjang bagi negara kedua negara.
“Kami tidak mencari konfrontasi, tetapi kami siap dan akan selalu tegas,” tegas Menhan Hegseth.
Presiden Marcos Jr menyambut baik dukungan AS, dengan menggarisbawahi adanya perubahan kekuatan geopolitik politik dan perkembangan politik di sekitar wilayah kedua negara.
Sebelumnya Tiongkok dan Filipina telah terlibat dalam serangkaian konfrontasi di perairan yang disengketakan, yang diklaim Beijing hampir seluruhnya, meskipun ada keputusan internasional yang menyatakan pernyataan tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!